Dosen Telkom University Dorong Promosi Wisata Budaya Desa Rancakalong melalui Visual Storytelling

BERITAIND.COM, SUMEDANG – Potensi wisata budaya Desa Rancakalong, Kabupaten Sumedang, memiliki kekayaan tradisi, kesenian, dan kearifan lokal yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata.

Namun, potensi tersebut perlu didukung kemampuan masyarakat dalam mengemas dan mempromosikan kekayaan budaya melalui media digital agar semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim dosen Telkom University melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) bertajuk “Visual Storytelling Destinasi Wisata Budaya Desa Rancakalong”.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan teknik visual storytelling untuk memperkenalkan potensi wisata budaya melalui konten digital yang menarik, informatif, dan memiliki nilai promosi.

Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada teknik penyusunan cerita visual yang menggabungkan kekuatan fotografi, videografi, narasi, serta pemanfaatan platform media sosial.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat tidak hanya mendokumentasikan aktivitas budaya, tetapi juga membangun cerita yang mampu menggambarkan identitas, keunikan, dan daya tarik Desa Rancakalong.

Visual storytelling menjadi salah satu pendekatan komunikasi digital yang relevan dalam mempromosikan destinasi wisata.

Sebab, masyarakat saat ini tidak hanya mencari informasi mengenai suatu destinasi, tetapi juga tertarik pada pengalaman, cerita, dan keunikan budaya yang ditampilkan melalui konten visual.

Dalam konteks wisata budaya, cerita visual dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan tradisi lokal, aktivitas kesenian, kehidupan masyarakat, hingga berbagai potensi destinasi yang selama ini belum banyak terekspos melalui media digital.

Tim pelaksana Abdimas menyampaikan bahwa penguatan kapasitas masyarakat dalam memproduksi konten digital merupakan bagian penting dari upaya memperluas jangkauan promosi wisata berbasis potensi lokal.

“Melalui visual storytelling, masyarakat dapat menjadi pencerita sekaligus promotor bagi desanya sendiri. Kekayaan budaya Rancakalong perlu dikemas menjadi cerita visual yang menarik sehingga dapat menjangkau audiens yang lebih luas, khususnya melalui media sosial dan platform digital,” ungkap Slamet Parsono, perwakila dari tim abdimas Telkom University.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal sebagai subjek utama dalam memproduksi narasi tentang desanya.

Melalui program ini, Telkom University berharap dapat mendorong penguatan literasi digital masyarakat sekaligus mendukung pengembangan promosi wisata budaya berbasis komunitas.

Kemampuan memproduksi konten visual yang kreatif dan komunikatif diharapkan menjadi modal bagi masyarakat Desa Rancakalong untuk memperkenalkan potensi lokal secara lebih luas dan berkelanjutan.

Pengembangan wisata budaya pada akhirnya tidak hanya bergantung pada kekayaan destinasi, tetapi juga pada kemampuan masyarakat dalam mengomunikasikan cerita dan nilai-nilai budaya yang dimilikinya kepada publik.

Related posts

Keren, 192 Peserta dari 44 Media Ramaikan KBAM Zona Barat

Pagelaran Puisi Syair Bumi, Berbalut Seni Tari dan Musik Rap 

IBL All Indonesian 2026 Sukses Digelar, Antusiasme Masyarakat terhadap Basket Lokal Terus Meningkat