BERITAIND.COM, JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB Habib Syarief Muhammad, merespon rencana pemerintah untuk kembali memberlakukan mekanisme penjurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Bahasa di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) mulai tahun ajaran 2027/2028.
Namun, ia mengingatkan agar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempersiapkan kebijakan tersebut secara matang.
“Pada prinsipnya kami mendukung rencana pemerintah untuk mengembalikan penjurusan di SMA. Jangan sampai penjurusan kembali diberlakukan, tetapi tidak didukung oleh kesiapan kurikulum, guru, maupun sistem pelaksanaannya,” ujar Habib Syarief.
Ia menilai, penjurusan dapat membantu siswa memperoleh pendalaman ilmu pengetahuan yang lebih terarah.
Selain mengembalikan jurusan IPA, IPS, dan Bahasa, Habib Syarief juga mendorong pemerintah mengkaji kemungkinan pembukaan jurusan atau peminatan lain yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan dunia kerja.
“Jangan sampai anak-anak masuk jurusan tertentu hanya karena ikut-ikutan teman atau karena dorongan orang tua. Mereka harus diarahkan sesuai minat dan kemampuan masing-masing agar proses belajar menjadi lebih optimal,” tegasnya.
Habib Syarief juga berpandangan bahwa pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu pemetaan kemampuan siswa.
“Penjurusan ini jangan sampai hanya menjadi formalitas. Tujuan utamanya adalah membantu siswa mendalami dan menguasai ilmu pengetahuan sesuai minat dan kemampuannya ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” jelasnya.
