Home Opini Damai

Damai

by Slyika

Damai itu ketika tak ada caci-maki. Damai itu ketika tak ada kebencian. Damai itu ketika tak ada sumpah-serapah. Damai itu ketika tak ada fitnah.

Damai itu ketika tak ada angkara murka. Damai itu ketika tak ada amuk. Damai itu ketika semua menyembah Tuhan yang sama tanpa mempermasalahkan perbedaan cara.

Damai itu ketika semua sadar bahwa kita satu saudara dalam kemanusiaan. Damai itu ketika semua melakukan segala sesuatu atas nama cinta-kasih dan kasih-sayang sejati.

Damai itu ketika kita panjang sabar. Damai itu ketika Sang Maha Pengasih dan Penyayang selalu kita hadirkan dalam kalbu. Damai itu ketika semua saling menghargai harkat, martabat dan peradaban kemanusiaan sejati.

Damai itu ketika kita tulus sejati menyapa setiap kita dengan lawatan spiritualitas sejati. Damai itu ketika kita semua sadar bahwa hidup ini adalah tempat persinggahan sementara untuk sebuah taburan amal-kebajikan pada sesama dan ibadah atas iman dan takwa kita pada-Nya, Tuhan YME,Sang Maha Agung, Gusti Allah SWT itu.

Damai itu ketika kita semua sadar bahwa peristiwa kematian sejatinya adalah kehidupan yang abadi. Damai itu ketika kita setiap saat mengalami perjumpaan dengan-Nya.

Damai itu ketika kita selalu membuat Yang Maha Besar, Sang Maha Pengasih dan Penyayang itu tersenyum. Salam Perdamaian Indonesia dan dunia.

HD. Febiyanto
Motivator Komunikasi Strategis – Pemerhati Pengembangan Karakter Kebangsaan & Kenegarawanan

You may also like

Leave a Comment