Home Opini Pak Prabowo, Turunlah 

Pak Prabowo, Turunlah 

by Slyika

Sebelum memutuskan untuk turun jabatan atas dasar ketidakmampuan mengemban amanah sebagai presiden, maka satu putaran turunlah ke bawah (turba) untuk merasakan getaran dan suara kehidupan rakyat yang sebenarnya, bukan sekedar terima laporan Menteri atau bawahan Presiden lainnya.

Turun ke tempat yang tidak dikondisikan terlebih dahulu sehingga bukan suara rekayasa yang didengar atau dari mereka yang baru saja menerima pembagian sembako.

Jangan seenaknya berbicara seolah merosotnya nilai tukar rupiah tidak berdampak ke masyarakat desa atau masyarakat bawah.

Naif sekali berfikir Presiden 58 persen hasil mark up ini.

Memang yang rugi dan susah itu hanya masyarakat kota pengguna dolar seperti pak Prabowo saja ?

Justru kelompok elit kaya akan nyaman-nyaman dengan pengurangan nilai.

Tabungan masih berjibun dan siap untuk melakukan berbagai langkah penyelamatan.

Sementara masyarakat bawah tidak memiliki tabungan.

Kemampuan makan hanya untuk hari ini, sedangkan besok mengais dengan beban fikiran baru.

Itupun dengan harapan moga masih dapat.

Lihat mereka yang korban PHK, sopir angkot yang berpenumpang sedikit, ojol yang bersaing keras dan terpaksa lebih banyak main hp daripada angkut orang, lalu petani yang bingung harga pupuk naik, angkutan tambah mahal, harga jual fluktuatif, serta ketergantungan penjualan pada tengkulak.

Rupiah anjlok tentu berpengaruh kepada masyarakat desa dan kota.

Masa begini saja tidak mengerti. Semua harga dan biaya naik, sementara daya beli menurun.

Ini juga akibat pemerintahan Prabowo yang masih doyan impor. Gandum, jagung, daging hewan, susu dan telur, kedelai, buah dan sayur, plastik dan karet rekayasa, BBM, besi baja, gula, itu semua impor.

Belum lagi bahan kimia dan farmasi, komponen elektronik, serta mesin peralatan mekanis.

Di tengah kemerosotan nilai rupiah terhadap dollar AS yang menggelisahkan rakyat, Prabowo justru pamer duit alias flexing.

Konon dapat uang sitaan total 40 triliun rupiah.

Yang dipamerkan sambil pidato adalah 10 triliunan.

Tidak jelas sitaan dari apa, jika hasil korupsi siapa koruptornya, sudahkah itu nilai sesungguhnya, lalu uang itu akan digunakan untuk apa ?

Pamer uang di tengah kesengsaraan rakyat adalah tindakan biadab.

Turunlah Prabowo untuk  melihat keadaan rakyat yang semakin susah dan menderita.

Jangan hanya teriak-teriak demi rakyat, demi rakyat.

Korupsi kini makin merajalela, fakta kekacauan pelaksanaan MBG dan porak poranda KMP.

Waspadalah pada gerakan rakyat yang tidak bisa lagi menahan lapar, kesenjangan mencolok, dan kemewahan kaum elit borjuasi.

Rumput semakin kering, sedikit sulutan terbakarlah.

Hayo Prabowo turun ke tengah realita sosial, jangan hanya bercuap-cuap narsistik dan merasa paling hebat, paling tegas, paling merakyat, paling konsisten, paling pintar, atau paling karismatik.

Rakyat sedikit demi sedikit akan berpaling dan tidak percaya lagi.

Bukankah Prabowo memiliki rekam jejak sebagai pembohong dan pengingkar janji ?

Ingat janji kampanye jika telah menjadi Presiden akan menggratiskan kesehatan, sekolah tidak bayar, subsidi listrik, subsidi BBM, subsidi angkot 100 persen, universitas negeri semua gak bayar, di samping makan siang gratis.

Turunlah pak, lihat apa semua itu sudah dijalankan ?

Sudah hampir dua tahun menjabat masih saja gemar omon omon bukan kerja.

Perlu dinyatakan bahwa sesungguhnya Prabowo adalah Presiden yang tidak becus.

Jika diteruskan maka semakin rusak Indonesia ke depan. Rakyat nampaknya harus mendesak:

“Pak Prabowo, turunlah dan bawa Gibran juga turun, karena anak ini memang tidak berguna dan memalukan”.

M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Redaktur: Abdul Halim

You may also like

Leave a Comment