Top adalah sebuah istilah penyebutan puncak yang memaknai sebuah pengertian akan suatu pujian pada seseorang yang bersifat tidak biasa atau luar biasa, di luar hal yang biasa-biasa saja, standar atau umum-umum saja.
Setiap manusia secara kodrati manusiawi pastilah sangat membutuhkan sebuah pujian dan apabila ada seseorang manusia yang merasa tidak membutuhkan sebuah pujian, pastilah ia bukanlah manusia yang lazim yang bisa diragukan kenormalannya.
Hanya saja sebuah pujian itu harus disampaikan dan diterima dengan secara wajar dan terukur, janganlah sampai membuat terhanyut dengan manisnya pujian itu.
Pujian atau sanjungan, apresiasi, penghargaan, ungkapan rasa kekaguman atau ketakjuban merupakan suatu hal yang sangat manusiawi dan setiap insan manusia dalam hidup berinteraksi publik dan bersosialisasi di dalam masyarakat tentunya membutuhkan pujian, antara saling memuji dan dipuji.
Inilah yang namanya esensi dari harmoni kehidupan yang saling menghormati, saling menghargai, saling memotivasi, saling menginspirasi, saling mencerahkan dan saling membangun.
Aktualisasi diri dapat terbangun dari sebuah pujian atau sanjungan, walau dengan tolok ukur atau parameter yang lazim, wajar dan normal yang tidak berlebihan.
Pujian yang berlebihan bisa mengakibatkan suatu pengkultusan individu yang bisa meyebabkan seseorang terlena dengan pujian, sanjungan itu dan membuat cenderung merasa paling benar dan paling bisa (arogan) dan merasa paling lebih dari yang lain (superior).
Sehingga sebuah pujian itu harus disampaikan dengan penuh arif dan bijak.
Adapun tolok ukur (parameter) dari hal itu adalah apabila suatu pujian atau sanjungan itu dipandang patut disampaikan pada seseorang apabila pujian itu sebagai sebuah penghargaan pada seseorang atau kelompok yang memiliki sebuah torehan prestasi yang meningkatkan kualitas dan aktualisasi dirinya di masyarakat dan juga sekaligus memiliki sebuah nilai manfaat, faedah bagi kebaikan umum, kemaslahatan khalayak, public goodness.
Secara sosio-psikologis hal diatas adalah sebagaimana yang terjadi dalam hubungan interaksi antar sesama manusia. Terlebih lagi secara relijius-spiritual pada sosok Sang Maha Agung yang bernama Tuhan Yang Maha Kuasa nan Esa, manusia wajib memuji kebesaran nama-Nya karena Tuhanlah yang menciptakan segala yang ada di dalam alam semesta ini, sebagai satu-satunya yang layak dipuji dan sekaligus disembah.
Karena Yang Maha Pengasih dan Penyayang itulah sebagai Sang Maha Pemberi Anugerah manfaat bagi seluruh umat manusia dan alam semesta raya ini.
Perbedaan yang hakiki adalah pada sesama manusia cukup sampai pada memuji namun terukur, sedangkan pada Tuhan Sang Pencipta Segala itu kita manusia harus memuji-Nya tanpa batas dan sekaligus menyembahNya dengan sepenuh hati, karena Dialah Sang Maha Besar.
Begitu juga kita sebagai sebuah entitas bangsa, tentunya pada saat tertentu kita membutuhkan sebuah pujian sebagai bangsa yang unggul, hebat, luar biasa, terdepan.
Dan dalam optimisme kita sebagai sebuah bangsa, suatu saat bisa saja publik internasional kembali memberikan pujian dan sanjungan atas segala torehan prestasi bangsa ini, sebagaimana dalam catatan-catatan historis bangsa ini, telah banyak merekam segudang prestasi dalam banyak hal di masa-masa yang telah lalu.
Indonesia, bangsa dan negara tercinta kita ini adalah kebanggaan kita lahir-batin, tempat kita lahir, dibesarkan, berkarya bagi Tuhan dan sesama hingga tempat akhir menutup mata.
Sudah sepatutnya negeri besar nan indah-permai ini harus kita jaga dan rawat dengan setulus hati agar kita dapat mewarisi suatu negeri maju, jaya yang penuh kedamaian dan bertabur pujian dari masyarakat atau publik internasional atas segala torehan prestasi negeri ini bagi kemajuan bangsa dan negara dan suri tauladan bagi sumber pencerahan dan inspirasi bagi dunia.
Kesemuanya ini adalah cita-cita luhur para pendiri bangsa dan kita semua sebagai sebuah bangsa besar untuk terus bekerja keras mewujudkan hal ini agar kita benar-benar bisa menjadi bangsa yang unggul, terdepan, maju, jaya sepanjang masa.
Bangsa berperadaban luhur yang sangat tulus mengedepankan keutamaan nilai-nilai universal ke-Tuhanan dan kemanusiaan sejati.
Hati ini pastilah bergetar haru tatkala suatu saat kita kelak benar-benar disegani dunia dengan sanjungan, pujian lantang,
“Bravo Indonesia !, Indonesia luar biasa !, Indonesia hebat !, Indonesia TOP !” suatu kebanggan bagi. Kita semua sebagai insan bangsa besar ini.
Hal di atas sebagai ungkapan apresiasi, penghargaan, pujian, sanjungan yang ditujukan atas keunggulan tertentu yang dimiliki oleh entitas bangsa Indonesia ini yang memberikan makna terbaik atas torehan prestasi tertentu. Terbaik berarti di posisi teratas diantara yang terkategorikan baik.
Dari segala ungkapan pujian yang ada menurut beberapa kajian kebahasaan atau riset sosio-linguistik, terdapat salah satu ungkapan khusus yang memiliki strata atau kasta tertinggi diantara segala kata-kata pujian.
Yang lain, yakni kata atau istilah ‘TOP’ yang memiliki definisi, makna atau pengertian akan eksistensi pada posisi puncak, paling atas atau teratas (Top) yang bisa disepadankan dengan ungkapan luar biasa atau tidak biasa (excellent).
Dan untuk mencapai pada posisi yang TOP, bangsa Indonesia haruslah selalu berusaha keras untuk menjadi bangsa yang senantiasa tangguh, pantang menyerah, kuat, pekerja keras, patriotik, nasionalis, pejuang kemanusiaan sejati.
Optimis, berkeimanan tinggi pada-Nya dengan kuatnya rasa percaya diri dan sebuah keyakinan teguh untuk menjadi jauh lebih baik ke depan.
Positif, berpikir positif pada sesama warga bangsa, pada pemerintah dan pada sesama warga dunia. Maka niscaya bangsa besar ini akan menjadi bangsa yang TOP (Tangguh, Optimis dan Positif).
Bangsa TOP yang senantiasa mengedepankan semangat untuk kemajuan, kebaikan dan perdamaian negeri dan dunia. Bangsa yang selalu memiliki aura dan energi positif serta bangsa yang selalu diberkahi oleh Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Salam Indonesia TOP
HD. Febiyanto,
Motivator Strategi Komunikasi-Pemerhati Pengembangan Karakter Kebangsaan & Kenegarawanan
