Home Berita Dr Aqua Dwipayana: Jadilah Media yang Punya Strategi Mengoptimalkan Peran sebagai ‘Watch Dog’ Pemilu

Dr Aqua Dwipayana: Jadilah Media yang Punya Strategi Mengoptimalkan Peran sebagai ‘Watch Dog’ Pemilu

by Slyika

PADANG – Jadilah media terbaik yang selalu berusaha terus memperbaiki. Hilangkan citra negatif media yang secara sebelah mata hanya memberitakan hal-hal negatif. Apalagi dalam momentum menjelang Tahun Politik 2024.

“Jadilah media yang punya strategi dalam mengoptimalkan peran sebagai penyuplai informasi dan pengontrol sosial serta ‘watch dog’ pada tahapan Pemilu dan Pilkada serentak tahun 2024 yang akan datang. Media harus ikut berperan dalam mewujudkan demokrasi di negeri ini,” hal tersebut ditegaskan pakar komunikasi dan motivator nasional Dr Aqua Dwipayana menjelang sharing komunikasi dan motivasi bertajuk “Memperkuat Sinergitas dan Kolaborasi Padang Ekpres Group untuk Memenangkan Persaingan di Tahun Politik”.

Kelompok media terbesar di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Padang Ekspres Group secara khusus mengundang Dr Aqua Dwipayana menyampaikan sharing komunikasi dan motivasi di Graha Pena Padang Jalan Adinegoro No.17 Kota Padang, Sumbar, Senin (15/5/23).

Diundangnya Dr Aqua Dwipayana yang pernah terjun sebagai wartawan di beberapa media nasional sebelum memilih untuk memotivasi jutaan orang serta berkeliling nusantara dan mancanegara untuk bersilaturahim, diharapkan dapat memompa spirit semua unsur di Padang Ekpres Group untuk menunjukkan kinerja terbaik mereka.

Pria yang menempuh studi S1, S2, dan S3, linier di bidang Komunikasi ini mengatakan menjadi seorang jurnalis bukan hal yang mudah.

Sehari-hari, wartawan dituntut untuk menyajikan berita sesuai fakta dan data yang valid.

”Hal itu sudah jadi semacam prinsip. Rintangan pasti selalu ada. Saya juga pernah diancam dibunuh oleh narasumber, tapi saya tetap rendah hati karena kerja ini saya niatkan sepenuhnya ibadah,” tutur Dr Aqua Dwipayana.

Terkait dengan upaya membangun media, menurut pria yang juga mantan wartawan di era 1980-an ini menegaskan insan pers harus memiliki filosofi yang kuat dalam membangun hubungan sosial.

”Filosofi itu adalah jadikan semua orang sebagai guru. Sedikit banyak pasti akan memberikan ilmu dan manfaat buat orang lain,” ucapnya.

Dari pijakan filosofis itu, lanjut pria rendah hati yang hobi silaturahim tersebut, alangkah baiknya jika manfaat itu terus bertumbuh.

Salah satunya adalah dengan silaturahim. Silaturahim bukan semata ikatan antarmanusia tapi juga berdampak dan bermanfaat nyata bagi profesi kewartawanan.

Manfaat itu sudah dirasakan pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara pada 23 Januari 1970 ini sejak menjadi wartawan di bangku SMA.

Misalnya, Dr Aqua Dwipayana seringkali mendapatkan berita eksklusif karena silaturahim yang sering tidak disengaja.

“Berita eksklusif yang berbeda dari media lainnya ini lahir karena faktor kepercayaan (trust) dari narasumber kepada wartawan,” tuturnya.

“Faktor trust ini didapat dari silaturahim yang tak kenal henti dan tanpa kepentingan apapun. Membangun hubungan baik itu abadi,” jelasnya.

“Meski tidak dalam waktu wawancara, saya sering menyapa para narasumber, berkunjung ke rumah dan kantor mereka. Bahkan sampai saat ini saya terus menjalin silaturahmi dengan teman-teman lama dulu,” lanjutnya.

Dengan begitu, jejaring yang luas artinya juga bisa menjadi peluang baik dalam iklim dunia media yang kian kompetitif.

Kendati begitu, silaturahim tetap harus didasari dengan rasa tanpa pamrih dan jauhi sikap transaksional.

Sesuai pengalaman Dr Aqua, silaturahim harus didasari dengan komitmen, sikap peduli, rendah hati, dan utamanya saling mendoakan.

Mengenai Padang Ekspres Group
Padang Ekspres Group sebuah grup media yang cukup besar di Sumatera Barat.

Padang Ekspres Group memiliki tiga koran harian yakni Padang Ekspres, Posmetro Padang, dan Rakyat Sumbar. Kemudian, satu tv lokal, Padang TV dan satu perusahaan percetakan, Padang Graindo.

Dari lima perusahaan tersebut, Padang Ekspres merupakan usaha tertua. Korannya pertama kali terbit, Senin 25 Januari 1999.

Enam bulan berselang, percetakan Padang Graindo beroperasi. Ketika itu menyewa gedung di Banuaran Kota Padang.

Posmetro Padang terbit April 2001. Padang TV, mengudara pertama kali pukul 00.00 WIB, 1 Maret 2007.

Rakyat Sumbar, mulanya suplemen Padang Ekspres, lalu terbit terpisah pada 1 Juni 2010. Khusus ketiga koran tersebut, bergerak dan berusaha di ruang dan bidang masing-masing.

Padang Ekspres memiliki segmentasi sebagai koran nasional dari daerah, merupakan koran umum.

Posmetro, koran hukum, kriminal dan perkotaan. Rakyat Sumbar, koran umum dengan segmentasi lokal konten dan pendidikan.

Menghasilkan Banyak Buku
Dr Aqua Dwipayana adalah seorang mantan wartawan Indonesia yang sekarang berprofesi sebagai konsultan komunikasi dan motivator.

Ia telah berbagi di ribuan tempat di Indonesia dan puluhan negara. Memberikan motivasi kepada jutaan orang.

Secara lebih spesifik, selain menjadi konsultan komunikasi dan motivator tersebut, beliau juga sangat menjaga dan menjunjung silaturahim sedemikian erat.

Tak jarang, di sela-sela kesibukannya tersebut, dirinya selalu menyempatkan hadir dan mengunjungi teman, saudara atau pun orang tua teman-temannya di kota tempat ia melaksanakan sharing komunikasi dan motivasi.

“Silaturahim akan membangun sinergi, memperpanjang usia dan memancarkan rezeki,” katanya.

Di sela-sela kesibukannya berbagi di berbagai tempat, setiap hari, dia juga menghasilkan banyak buku.

Buku-bukunya terbilang best seller bahkan super best seller, diantaranya Komunikasi Jari Tangan jilid 1, Komunikasi Jari Tangan jilid 2, Berhenti Kerja Dunia Tidak (Akan) Kiamat, Berhenti Kerja Semakin Kaya, The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi.

Kemudian, Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan), serta Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untuk Sesama.

Tiga buku terakhir kemudian dikenal sebagai Trilogi The Power of Silaturahim (POS).

Dari hasil penjualan buku-buku tersebut yang mencapai kategori super best seller, Dr Aqua Dwipayana yang dikenal sebagai sosok pemurah dan sangat senang berbagi, menginisiasi Gerakan Umrah Gratis POS.

Gerakan Umrah POS terinspirasi dari buku super best seller karya Dr Aqua Dwipayana berjudul “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi”.

Buku yang diedit dan ditangani pencetakan hingga penerbitan dan oleh Nurcholis itu kini telah didistribusikan sebanyak 170 ribu eksemplar.

Buku yang semula hanya untuk cenderamata ratusan undangan sidang terbuka promosi Doktor Aqua Dwipayana di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung, Jawa Barat pada Jumat pagi 15 April 2016 itu telah sembilan kali naik cetak.

Dana umrah POS berasal dari hasil penjualan tersebut plus dua buku terbaru dari trilogi The Power of Silaturahim yang berjudul “Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan)”, serta Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untuk Sesama”.

Selain itu, sumber dana juga dari honor Dr Aqua Dwipayana sebagai pembicara di berbagai forum sharing komunikasi dan motivasi, dan kontribusi para donatur yang merupakan teman karibnya.

Setelah sukses melaksanakan POS I sampai dengan III, Umrah POS IV sempat tertunda selama dua setengah tahun akibat pandemi Covid-19.

Namun, berkat tekad dan niat kuat Dr Aqua Dwipayana yang sudah mencanangkan untuk terus secara rutin memberangkatkan jamaah umrah dan mendapat dukungan berbagai pihak, Gerakan umrah POS IV yang digagas dan diinisiasi oleh Dr Aqua akhirnya kembali bergulir.

Gerakan umrah itu kini telah memasuki putaran ke-4. Dengan pemberangkatan jamaah POS IV 31 Oktober-8 November 2022 lalu, total anggota jamaah l POS yang diberangkatkan ke Tanah Suci Mekkah dan Madinah, Arab Saudi, mencapai 167 orang.

Perinciannya, POS I 8-15 Januari 2017sebanyak 35 orang, POS II 18-26 April 2018 ada 39 orang, POS III 4-12 April 2019 berjumlah 50 peserta, dan POS IV 2022 berbilang 43 orang.

Para peserta berasal dari berbagai daerah di 17 provinsi Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua.

Dari tahun ke tahun semakin banyak dukungan diberikan kepada Gerakan umrah POS. Kegiatan sosial yang membahagiakan banyak orang ini massif sekali.

Banyak donatur baru, di samping pemberi sumbangan yang lama rutin membantu setiap tahun.

You may also like

Leave a Comment