Home Berita Komisi 8 Desak Menag Terbitkan Kepmen dan Bentuk Ditjen Pesantren untuk Sejahterakan Guru PAUDQU

Komisi 8 Desak Menag Terbitkan Kepmen dan Bentuk Ditjen Pesantren untuk Sejahterakan Guru PAUDQU

by Slyika

TANGERANG — Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB KH Maman Imanulhaq menegaskan, perlunya keputusan Menteri Agama yang menguatkan posisi PAUDQU dalam sistem pendidikan nasional.

Ia juga mendorong adanya Direktorat Pendidikan Diniyyah di bawah Dirjen Pesantren agar pembinaan PAUDQU lebih fokus, terstruktur, dan berkelanjutan.

Pernyataan ini disampaikan dalam Kongres Ikatan Pendidik PAUD Alquran Indonesia (IPPAQI) di Wisma Syahida Inn, Tangerang, Selasa (12/8/25).

Kongres yang dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina IPPAQI KH Saifullah Maksum, Ketua Umum DPP IPPAQI Dr. Mujibun, dan Sekretaris Umum Indah Wahyu Ningsih ini menjadi momentum konsolidasi nasional para pendidik dan pengelola PAUDQU dari seluruh Indonesia.

“Guru PAUDQU adalah fondasi pembentukan karakter dan akhlak generasi muda. Negara wajib memastikan mereka memiliki payung hukum yang jelas dan mendapatkan kesejahteraan yang layak,” tegas Kiai Maman yang juga Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB.

Pada kesempatan itu, Kiai Maman menyoroti anggaran pendidikan Kementerian Agama tahun 2025 sebesar Rp25 triliun, namun proporsi untuk PAUDQU masih sangat terbatas dan tidak secara khusus dialokasikan.

Ia menegaskan dukungannya terhadap upaya legislasi agar PAUDQU dapat memperoleh Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler, menggantikan mekanisme insidental lama.

Hal ini diharapkan menjadi titik perubahan dalam tata kelola dan pembiayaan lembaga PAUD keagamaan.

Sebagai wakil rakyat di Komisi VIII, KH Maman menegaskan komitmennya mendorong sinergi dengan Kementerian Agama dan IPPAQI dalam memperkuat regulasi, meningkatkan kesejahteraan guru, dan memastikan alokasi anggaran PAUDQU lebih proporsional dalam APBN mendatang.

“PAUDQU tidak boleh tersisih oleh minimnya perhatian negara. Dengan regulasi yang jelas, BOS yang teratur, serta kesejahteraan guru terjaga, lembaga ini dapat mengokohkan generasi berakhlak Qurani,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP IPPAQI Dr. Mujibun menyatakan, IPPAQI akan terus menjadi wadah perjuangan para pengelola PAUD Alquran untuk mendapatkan perhatian pemerintah.

“Kami ingin memastikan guru dan pengelola PAUD Alquran mendapat pelatihan, sertifikasi, dan dukungan anggaran yang layak, agar kualitas pendidikan anak usia dini berbasis Alquran semakin meningkat di seluruh Indonesia,” ujarnya.

You may also like

Leave a Comment