BERITAIND, JAKARTA – Indonesian Basketball League (IBL) bersama Perbasi menggelar rapat evaluasi kinerja wasit yang melibatkan perwakilan klub, pada Selasa (3/3/26).
Pertemuan ini menjadi bagian dari komitmen liga untuk terus meningkatkan kualitas kepemimpinan pertandingan sepanjang musim.
Dalam forum tersebut, klub-klub menyampaikan berbagai masukan, kritik, serta saran terkait kepemimpinan wasit di lapangan.
Seluruh masukan tersebut ditanggapi langsung oleh Ketua Tim Penugasan Perangkat Pertandingan IBL, Harja Jaladri, yang juga menjelaskan sistem evaluasi yang selama ini diterapkan oleh liga.
“Terdapat mekanisme grading untuk seluruh wasit sepanjang musim,” kata Harja.
Ia menjelaskan, sistem penilaian wasit dibagi ke dalam tiga kategori, yakni Red, Orange, dan White.
Penilaian ini menjadi dasar dalam sistem reward dan punishment yang diterapkan secara berkala setiap lima minggu.
Penilaian tersebut berdampak langsung terhadap grade dan fee yang diterima oleh masing-masing wasit.
Jika terdapat performa yang dinilai berada di bawah standar, sanksi juga dapat diberikan, termasuk tidak ditugaskan memimpin pertandingan dalam periode tertentu, tergantung tingkat kesalahan yang terjadi.
Evaluasi terhadap kepemimpinan wasit juga dilakukan setelah setiap pertandingan melalui proses post game evaluation.
“Referee coach akan melakukan evaluasi setelah pertandingan dan melaporkannya kepada match officials,” jelas Harja.
Selain itu, evaluasi bersama seluruh wasit juga dilaksanakan secara rutin setiap dua minggu untuk membahas berbagai keputusan di lapangan.
IBL juga memiliki data dan statistik terkait keputusan wasit, mulai dari correct calls, incorrect calls, hingga incorrect non-calls.
“Kami memiliki laporan, data dan statistik untuk melihat keputusan mana yang correct, incorrect, dan incorrect non-calls. Dari situ kami melakukan review untuk memahami penyebabnya,” ujar Harja.
Ia menegaskan bahwa kesalahan keputusan bukan terjadi secara sengaja, melainkan dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti pemahaman aturan, positioning, maupun situasi permainan di lapangan.
Sebagai langkah pengembangan ke depan, IBL juga sudah menghadirkan John Rearden sebagai Advisor dari luar Indonesia guna memperkuat program peningkatan kualitas wasit.
“Perbasi sudah memiliki rencana tersebut. Kami juga berharap seluruh klub dapat melakukan joint effort untuk bersama-sama meningkatkan kualitas perwasitan di liga,” tutur Harja.
Melalui evaluasi bersama ini, IBL berharap kualitas kepemimpinan pertandingan dapat terus meningkat sehingga kompetisi berjalan lebih profesional, adil, dan kompetitif.
