BERITAIND.com, JAKARTA — Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB Abdullah, meminta polisi mengusut tuntas kasus pembunuhan terhadap mantan pegawai Jakarta International Container Terminal (JICT), Ermanto Usman (65), yang ditemukan tewas di kawasan Pondok Gede, Kota Bekasi, pada Senin (2/3/26).
Menurut Abdullah, kasus pembunuhan terhadap Ermanto harus ditangani secara serius dan transparan karena korban dikenal sebagai aktivis yang vokal mengungkap dugaan praktik korupsi dan berbagai penyimpangan di lingkungan pelabuhan.
“Peristiwa ini harus diusut tuntas. Kepolisian perlu memastikan apakah kasus ini murni perampokan yang disertai penganiayaan atau ada unsur pembunuhan berencana terhadap korban yang selama ini dikenal kritis dan vokal,” ujar Abdullah dalam keterangannya, Jumat (6/3/26).
Abdullah menilai aparat kepolisian harus bergerak cepat dan profesional dalam mengungkap kasus tersebut agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Ia juga meminta penyidik bekerja secara objektif dengan menelusuri seluruh kemungkinan motif yang melatarbelakangi pembunuhan tersebut.
“Polisi harus mampu mengungkap siapa pelaku dan juga dalang di balik pembunuhan ini. Penegakan hukum harus dilakukan secara tegas dan transparan,” katanya.
Menurutnya, jika benar terdapat unsur pembunuhan berencana, maka aparat penegak hukum harus menindak pelaku tanpa pandang bulu.
“Siapa pun yang terlibat dalam pembunuhan ini harus diproses secara hukum. Tidak boleh ada perlindungan terhadap pelaku. Penegakan hukum harus berlaku sama bagi semua,” tegas Abdullah.
Abdullah juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya Ermanto Usman dan berharap keluarga korban diberikan ketabahan.
Ia menegaskan, pengungkapan kasus tersebut penting untuk memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
Seperti diberitakan, Ermanto dan istrinya, Pasmilawati (60), diduga menjadi korban perampokan disertai penganiayaan yang berujung maut pada Senin (2/3/26).
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, mengatakan dugaan sementara peristiwa yang menimpa Ermanto dan Pasmilawati mengarah pada tindak perampokan meski motif pastinya masih dalam penyelidikan.
