Pengalaman Okto, begitu ia biasa disapa, menjadi juri kontes kucing dimulai sejak tahun 2013. Ketika itu ia mendapat kepercayaan dari Komunitas Bogor Cat Day (BCD) untuk menjadi juri acara Cat Show BCD.
“Di awal beberapa kali tampil jadi juri di event yang berbeda, saya masih menilai kucing-kucing domestik yang ikut show. Setelah itu saya lebih giat lagi belajar agar ilmu semakin bertambah. Apalagi kalau pegang kucing ras. Banyak sekali ilmu dan pengetahuan yang harus dipelajari,” tutur lelaki bernama asli Suherli ini.
“Saya banyak belajar ilmu tentang penjurian kucing dari salah satu sahabat bernama Bu Yulian Susantie. Kala itu pengalaman beliau jadi juri cat show di dalam dan luar negeri sudah banyak. Beliau juga tempat bertanya seputar genetika kucing dan standar kucing ras. Bu Shantie juga yang memotivasi dan mendorong saya terjun ke dalam dunia penjurian. Saya juga banyak belajar dari juri-juri internasional yang berasal dari CFA dan FiFe,” ungkap lelaki berdarah Sumatera ini.

Menjadi juri dalam ajang cat show tentu memiliki tantangan tersendiri. Apalagi penilaian juri menjadi point terpenting dalam event tersebut. Untuk itu, lelaki bernama asli Suherli ini memiliki prinsip tidak mau sembarangan dan asal-asalan memberi penilaian.
“Ketika saya dibayar jadi juri, maka saya harus profesional menilai kucing satu-persatu berdasarkan ilmu yang saya pelajari dari sekolah penjurian. Jadi bukan sekedar ilmu dari google atau ilmu katanya,” tegasnya.

Walaupun saat itu sudah memiliki banyak pengalaman menjadi juri cat show di berbagai event, Okto merasa pengetahuan dan wawasannya masih kurang. Apalagi dengan banyaknya ras kucing yang ada, maka semakin berbeda pula anatomi dan karakter yang dimiliki setiap jenis kucing.
Okto pada dasarnya memang tipikal orang yang haus ilmu. Untuk mendalami lagi ilmu dan pengetahuan seputar kucing ras, ia mengikuti program yang diselenggarakan oleh organisasi CFA (Cat Fanciers’ Assosiation).

“Saya ikut program CFA Breed Awareness and Orientation School (BAOS) Long Hair Specialist di Hongkong tanggal 23-25 Februari tahun 2017. Setelah itu Tanggal 23-25 Mei tahun 2019 saya ikut lagi Program BAOS tentang Short Hair Specialist,” tutur Okto.

Walaupun hanya berlangsung tiga hari, namun ilmu yang didapat sangat komplit. Apalagi ia termasuk beruntung karena bisa mendapat sesi handling.
“Saya belajar teorinya dua hari, setelah faham, hari ketiga praktek handling. Disinilah kuncinya. Apa yang saya pelajari bisa langsung dipraktekkan. Saya bisa melihat secara nyata anatomi mereka seperti apa dan menyentuh bagian-bagian tubuh kucing satu persatu. Hal ini tentu penting dilakukan sebagai juri,” papar lelaki yang berprofesi sebagai arsitek ini.
Berdasarkan ilmu yang dipelajari selama mengikuti program BAOS itulah, Okto semakin memahami standar penilaian kucing ras. Sampai saat ini, total ada 6500 kucing yang sudah diberinya penilaian. Undangan menjadi juri pun datang dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Aceh hingga menjadi juri internasional di Malaysia.

Lelaki yang menyelesaikan pendidikan arsitektur di Semarang ini mengaku bisa menghandling sampai 200 ekor dalam satu event show. Lantas bagaimana cara Okto memberikan penilaian kepada kucing sebanyak itu?
“Bagi juri cat show, jari ini adalah radar. Kunci memberi penilaian pada kucing melalui sentuhan, rabaan, dan tekanan. Ketika jari kita menyentuh kucing yang dinilai, maka sensor otak akan mengeluarkan semua ilmu yang kita punya. Ibaratnya semua file ilmu yang kita simpan di otak akan terbuka. Jadi sambil mencocokkan juga, kondisi fisik seperti ini sudah sesuai belum ya dengan teorinya. Contohnya nih dalam penanganan ekor. Tangan kanan memegang bahu kucing lalu tangan kiri menelusuri ruas-ruas ekor dengan rabaan dan penekanan. Jadi bukan hanya sekedar dipegang, dielus-elus dan dibolak-balik saja,” ungkapnya.

Dalam dunia penjurian, Okto memang dikenal sebagai juri bermulut pedas dan tajam. Tapi semua itu semata-mata dilakukan untuk memberikan edukasi.

Okto dan teman-teman sesama penghobi kucing
Okto juga bukan orang yang pelit ilmu. Lelaki yang senang tampil beda ini bahkan sering dijadikan tempat sharing dan juga konsultasi antar sesama teman-teman penghobi kucing. (slyika)
