Home Opini Character Building

Character Building

by Slyika

Character Building adalah pengembangan karakter atau pembangunan karakter.
Character ialah karakter atau watak, tabiat, akhlak, budi pekerti, sifat kejiwaan.
Sedangkan Building ialah pengembangan, pembentukan, pembangunan.

Pengembangan, pembangunan karakter atau watak adalah suatu upaya edukatif-konstruktif dalam pencerdasan masyarakat, khalayak atau publik atas cara pandang, olah pikir, nalar, logika (olah kognitif) dan olah rasa, emosi, nurani (afektif) setiap insan masyarakat mengenai segala hal yang menyangkut berbagai aspek dinamika kehidupan sosial.

Karakter atau watak menyangkut nilai-nilai keimanan dan ketakwaan, moralitas, kebajikan publik, kepribadian, budi pekerti setiap individu yang sangat penting dan menentukan dalam menghadapi setiap persoalan, permasalahan, problematika di dalam hubungan saling berinteraksi di masyarakat atau lingkungan sosialnya.

Character Building adalah sebuah proses aktualisasi pembentukan jati diri mentalitas setiap pribadi yang bertujuan atau memiliki goal untuk menjadikan seseorang sebagai sosok pribadi yang berkarakter.

Sosok pribadi yang selalu berusaha keras untuk terus bisa mendekatkan diri pada Sang Maha Pencipta, hingga mengalami ‘perjumpaan’ yang sangat lekat dengan-Nya, disamping pada saat yang bersamaan ia juga terus berusaha mendekatkan diri pada sesamanya, baik yang diciptakan-Nya sama, maupun yang diciptakanNya berbeda, hingga mengalami sebuah ‘perjumpaan’ yang tulus-sejati pada sesamanya sebagai sesama hamba-Nya itu.

Pribadi yang berkarakter adalah pribadi yang betul-betul dapat secara tepat menempatkan dirinya dihadapan Sang Khalik, maupun dihadapan sesama umat manusia.

Sosok pribadi yang selalu mengedepankan keimanan dan ketakwaan pada Yang Maha Kuasa, sekaligus pribadi yang senantiasa mengedepankan semangat kebajikan umum, kebaikan publik, kemaslahatan khalayak atau bonnum publicum, public good pada setiap insan manusia lain.

Manusia yang berkarakter adalah manusia yang senantiasa meng-Agungkan, memuliakan Tuhan Semesta Alam, Sang Maha Segala itu melalui torehan kasih-sayang dan cinta-kasih tulusnya pada individu-individu lain, sesamanya itu dalam irama kehidupan hari lepas hari.

Sosok pribadi berkarakter sejatinya adalah sosok yang sangat menahami nilai-nilai universal KeTuhanan (Religiusitas) dan Kemanusiaan (Humanitas) sejati.

Sebuah sosok pribadi yang sudah selesai dengan dirinya sendiri dan senantiasa ingin suara hati sebagai suara Sang Pencipta Yang Maha Besar dan Agung itu hadir padanya, dengan selalu mengutamakan kebajikan, kemaslahatan bagi saudara-saudaranya sesama ciptaan-Nya itu.

Penguatan pengembangan karakter atau watak (Character Building) haruslah senantiasa dibangun secara mendalam bagi pembentukan watak, karakter yang mulia, luhur dan bermartabat di masyarakat luas.

Sebagai sebuah bangsa yang besar, negeri permai Indonesia Raya ini haruslah mampu mencetak para insan manusia warga bangsa Indonesia yang bisa saling ‘berjumpa’ satu sama lain dalam ketulusan hati, kalbu, sanubari dalam menerima segala perbedaan yang ada sebagai fitrah-Nya dan bersama-sama memuliakan Sang Pencipta yang sama dalam interaksi publik keseharian hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, pun demikian juga dalam hidup bertetangga dengan bangsa-bangsa lain.

Pengembangan karakter sejatinya adalah sebuah studi, edukasi taktis-strategis mengenai bagaimana seseorang dapat memiliki potensi diri untuk memberdayakan, menginspirasi, memotivasi, memimpin perubahan ke arah yang lebih baik dan membagi wawasan yang mencerahkan di lingkungan sosialnya.

Penulis saat bersama Menko Polhukam Mahfud MD.

Pembangunan karakter sebagai sebuah upaya untuk mendidik dalam mengasah integritas moral, rasa percaya diri, kecerdasan dan pengayaan nilai-nilai aspek kehidupan.

Hingga sampai pada suatu titik tujuan utama atau goal dalam edukasi pengembangan karakter yang kian dapat menajamkan, mengasah kepekaan dan ketaatan hati nurani sebagai prasyarat jiwa mulia menuju Sumber Daya Manusia (SDM) dari manusia Indonesia yang selalu handal, tangguh, optimis dan positif.

Kesemuanya ini agar semakin terbangun kesejatian penguatan karakter manusia Indonesia yang penuh cinta akan berKeTuhanan, cinta akan pri-kemanusiaan, cinta akan tanah air, bangsa dan negara, cinta akan persatuan, kesatuan, cinta akan kerukunan, cinta akan kejujuran, ketulusan, keadilan umum dan cinta akan harmoni kehidupan bersama yang penuh dengan kedamaian dan kesejahteraan bersama dalam bingkai NKRI di Bumi Pancasila tercinta kita ini. Salam budi pekerti.

HD.Febiyanto

Motivator Strategi Komunikasi – Pemerhati Pengembangan Karakter Kebangsaan & Kenegarawanan

You may also like

1 comment

Budiyono 28 Februari, 2021, 07:29 - 07:29

Luar biasa sejenis seminar kebangsaan

Reply

Leave a Comment