Home Lifestyle Jangan Biarkan Energi Kita Terkuras Akibat Stres Berlebih

Jangan Biarkan Energi Kita Terkuras Akibat Stres Berlebih

by Slyika

Stress merupakan sebuah istilah yang diambil dari ilmu metalurgi, yaitu besarnya tekanan yang diberikan kepada sebuah logam dan mencapai suatu keadaan ketika logam tersebut menjadi rusak, rentang atau patah akibat tidak dapat menahan tekanan.

Peristiwa sebelum terjadinya rentang, retak dan patah akibat tekanan itulah yang disebut dengan stress. Jadi, stress pada manusia adalah sebuah titik penting yang akan menentukan apakah manusia yang mengalaminya akan menjadi “patah” atau tidak.

Inilah definisi yang paling penting, menjadi “patah” atau tidak. Stress pada manusia bukan saja hanya berupa tekanan fisik, tetapi juga mental. Jika manusia yang mengalami stress menjadi “patah” maka ia akan masuk ke dalam lingkaran kesedihan dan depresi.

Namun apabila dia bisa mengetasi stress tersebut, maka ia akan menjadi manusia yang terbarukan.
Ini berarti stress tidak selalu buruk bagi manusia.

 

Saat menjadi stress, ada ribuan peristiwa kimia yang terjadi di dalam tubuh seseorang. Tubuh pun menghabiskan energy yang cukup besar saat mengalami stress. Hanya dengan memikirkan sesuatu yang membuat takut, sedih, marah atau kecewa dapat membuat respond stress bangkit secara significant dan cepat.

 

Pikiran sangat mempengaruhi system imun. Mengendalikan stress dan jumlah kortisol beredar di tubuh adalah salah satu kunci sehat dan penyembuhan. Adapun coping stress atau cara saya mengendalikan stress, diantaranya adalah:

Merubah Gerakan (Baik Tubuh Maupun Visualisasi/Membayangkan) Melalui Latihan Meditasi

Emosi bisa dialihkan dengan merubah gerak, namun optimal dan efektifnya tergantung dari latihan karena ini sebuah keterampilan

Misal : mata melihat ke arah atas (langit-langit), duduk tulang punggung tegak dan bahu tegap, nafas 1 hitungan tarik melalui hidung, tahan 1 hitungan di hidung, lepaskan 2 hitungan tetap dari hidung, memejamkan mata sambil membayangkan tubuh/badan berlompat-lompat di trampoline imajiner (mood booster)

Latihan meditasi ( shalat khusyu dan dzikir) , karena dengan hening, membuat jeda, melambat sejenak kita bisa melihat dan mengamati situasi dengan lebih baik dan objektif

Jurnaling / Menulis

Kita bisa mempunyai buku untuk rutin mencatat perkembangan diri dan pengingat. Terbaik adalah dengan menulis tangan karena gerakan menulis menggunakan otot motoric halus serta jari-jari dan pergelangan tangan.

Simpul syaraf dari otot-otot ini langsung berada di bawah koordinasi dari batang otak dan otak kecil, dua bagian dari otak yang kebetulan berhubungan erat dengan emosi.

Menulis bisa membantu menenangkan aktivitas emosi yang berlebihan.

Membingkai perjalanan hidup dalam kerangka belajar dan pembelajaran, meliputi : ilmu memberi arti, ilmu komunikasi assertife, keterampilan merespond alih-alih terburu-buru bereaksi, membedakan fakta dan pendapat, fakta dan masalah, dan lain sebagainya (universitas kehidupan berniat menjadi mahir dalam menghadapi dan menjalani takdir) dan lain-lain.

Demikian sharing mengenai stress dan coping stress
Semoga bermanfaat dan senang sekali apabila bisa berdiskusi serta berproses bersama-sama dengan bapak-ibu semua, khususnya dalam konteks sebagai penyandang dan penyintas kanker. (sinse_novi)

You may also like

Leave a Comment