SIMALUNGUN – Selama 4 hari periode 17 – 20 Juli angka kematian terkonfirmasi Covid 19 di Simalungun mencapai 8 kasus dengan terkonfirmasi sebanyak 146 kasus.
Data yang diperoleh dari Satgas Covid 19 Simalungin, angka kematian terkonfirmasi Covid 19 paling banyak terjadi pada tanggal 19 Juli 2021 sebanyak 4 orang.
Kemudian angka kasus terkonfirmasi Covid 19 terbanyak terjadi pada tanggal 18 Juli 2021 mencapai 12 orang dalam sehari.
Dari data yang diperoleh rata-rata kematian terkonfirmasi Covid 19 yang tercatat di Satgas Covid 19 Simalungun antara 2 hingga 4 kasus per hari.
Humas Satgas Covid 19 Simalungun, Akmal H Siregar mengatakan, angka kematian dan terkonfirmasi yang dicatatkan dalam data tidak seluruhnya di kabupaten Simalungun.
“Meski dirawat atau meninggal di luar daerah tetap harus dicatatkan dalam data Satgas Covid 19 Simalungun”, ujar Akmal.
Wakil ketua DPRD , Sastra J Sirait mengaku prihatin dengan peningkatan kasus Covid 19 di Simalungun, baik kasus kematian maupun terkonfirmasi.
“Saya prihatin, sudah berulang kali Satgas Covid 19 yang diketuai Bupati Simalungun Radiapoh H Sinaga diingatkan untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan di tengah-tengah masyarakat, namun sepertinya diabaikan, karena terbukti terus terjadi peningkatan kasus, bahkan selama sehari bisa 12 kasus terkonfirmasi terjadi”, sebut Sastra.
Sastra berharap Bupati Radiapoh H Sinaga turun tangan langsung sebagai ketua Satgas Covid 19 seperti yang dilakukan bupati JR Saragih, sehingga diharapkan penanggulangan terutama penerapan prokes di tengah masyarakat bisa optimal dipatuhi masyarakat.
Sastra juga mengaku heran dengan kebijakan bupati Radiapoh yang masih saja melakukan kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa di tengah pandemi Covid 19 yang belakangan semakin parah, dengan melakukan kegiatan gotong royong, dan kegiatan lainnya. (rfh)
