Kecelakaan lalu lintas Jeep Grand Cherokee yang dialami mantan CEO Garasindo Inter Global, Muhammad Al Abdullah, Kamis (15/7) membuat heboh dunia otomotif. Lelaki yang akrab disapa Memet ini mengalami kejadian naas di tol Kanci menuju Jawa Tengah. Jeep Grand Cherokee miliknya hancur dan rusak parah.
Dalam unggahan di laman sosial medianya, Muhammad Al menceritakan kronologi kecelakaan yang menimpanya. Saat itu Muhammad Al yang sedang berkendara di sebelah kanan terkejut mendapati Toyota Avanza di depannya mengerem mendadak.
Keadaan menjadi runyam ketika Active Brake and Collision System yang harusnya menjadi fitur keselamatan justru tidak berfungsi. Mobil pun terpaksa banting setir ke kiri dan akhirnya menghantam truk kontainer. Sayangnya, lagi-lagi fitur airbag yang ada di mobil tidak berfungsi dan tidak keluar. “Bagaimana bisa mobil dengan fitur safety canggih yang berlimpah tapi saat kejadian fitur safetyABCS dan AIRBAGS tidak ada yang berfungsi satu pun,” ujarnya.
Beruntung, Muhammad Al yang ketika itu menyetir sendirian selamat dan tidak mengalami luka parah.

Foto/Facebook
PT DAS Indonesia gerak cepat menanggapi kasus kecelakaan tersebut. Pihaknya mengaku sudah menerima pesan secara informal melalui pesan Whatsapp.
“Kami DAS Indonesia Motor, pertama-tama menyampaikan rasa sangat prihatin dan bersimpati yang sangat dalam atas kecelakaan yang menimpa pengemudi Jeep Grand Cherokee dan Truk Tronton tersebut, dan bersyukur tidak ada korban jiwa maupun cidera yang serius dan juga berharap mudah-mudahan kejadian ini tidak akan terulang kembali kedepannya,” tutur Dhani Yahya selaku COO DAS Indonesia Motor.
Dhani menambahkan, “Menanggapi pesan melalui Whatsapp yang kemudian di lanjutkan melalui Telepon dari pemilik kendaraan, kami berusaha melakukan kordinasi dengan beberapa pihak, salah satunya menarik mobil Jeep Grand Cherokee ini ke bangkel resmi dan sementara kami simpan untuk kebutuhan investigasi lebih lanjut. Selain itu kami memberikan initial report ke pihak principal FCA(Fiat Chrysler Automobiles) mengenai kejadian kecelakaan ini”.
FCA memberikan respon langsung dan meminta data tambahan antara lain surat pengaduan secara resmi dari pemilik kendaraan dilengkapi dengan laporan Kepolisian.
“Kami sebagai General Jeep Distributor Indonesia berkomitmen untuk mengawasi proses ini sebaik-baiknya, dan kami yakin dari principal kami akan melakukan penyelidikan yang komprehensif, menyeluruh dan transparan, untuk dapat menyelesaikan kejadian ini dengan baik. Namun agar dapat dipahami penyelesaiannya akan cukup memakan waktu dengan adanya pandemik yang membatasi pihak investigator dari principal untuk melakukan kegiatannya di Indonesia,” pungkas Dhani Yahya. (slyika)
