BANGKALAN – Pakar komunikasi dan motivator Dr Aqua Dwipayana belum lama ini melakukan acara Sharing Komunikasi dan Motivasi di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Hikmah Sawi Bangkalan, Madura. Dr Aqua menegaskan salah satu kunci utama membangun rasa kebersamaan di lingkungan tempat bekerja sekaligus mewujudkan tim yang solid adalah komunikasi dan saling percaya. Termasuk mereka yang diberikan amanah oleh Allah SWT untuk mengabdi dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Rumah Sakit Hikmah Sawi.
“Sebuah keakraban yang baik dibangun bukan berlandaskan jabatan namun rasa saling menghargai itu sendiri. Tidak hanya menghargai orang lain, setiap orang pun harus didorong untuk bisa menghargai diri sendiri karena siapa saja layak menjadi besar,” ungkap pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara, pada 23 Januari 1970 ini.
Menurut Dr Aqua, sangat penting bagi pelayan publik apalagi di bidang kesehatan yang berhadapan langsung dengan masyarakat, untuk selalu meningkatkan kualitas komunikasinya. Dengan begitu interaksinya menjadi lancar.
“Selalu menggunakan hati dan berhati-hati saat berkomunikasi dengan siapapun juga. Memahami Ilmu Komunikasi sangat penting bagi siapa saja agar dapat mengkomunikasikan dan menginformasikan kepada masyarakat bidang apapun yang kita lakukan,” ujarnya.
Kemampuan komunikasi, lanjut Dr Aqua, sangat penting dan merefleksikan peran pelayanan kita kepada publik, masyarakat, pelanggan, atau siapapun yang menjadi subjek dari pekerjaan kita dengan optimal dan standar, tanpa ada perbedaaan atau diskriminasi.
Terkait dengan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, menurut anggota Dewan Pakar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat itu, seluruh pegawai perlu melaksanakan 3K. Hal itu merupakan kunci sukses dalam melakukan semua aktivitas.
“K” yang pertama, tambah Dr Aqua adalah Kredibilitas. Sebagai nakes di Rumah Sakit Hikmah Sawi harus selalu berusaha untuk menjadi orang yang dipercaya. Apalagi bekerjanya di sektor kesehatan yang sangat erat dengan nyawa manusia. Sehingga kepercayaan itu menjadi hal yang utama.
Sementara, ‘K’ yang kedua adalah Komitmen. Sebagai nakes menurut motivator yang telah memotivasi ratusan ribu orang di 34 provinsi dan puluhan negara ini, kita harus selalu melaksanakan janji. Tepati, jangan sampai mengingkarinya. Sehingga seluruh mitra terutama para pasien dan keluarganya selalu mempercayainya.
“Terakhir, “K” yang ketiga adalah Konsisten. Lakukan semua aktivitas terutama dalam bekerja secara konsisten. Ini sangat penting karena erat kaitan dengan kredibilitas sebagai nakes,” ucap Dr Aqua.
Dosen luar biasa mata pelajaran Ilmu Komunikasi di semua Sekolah Staf dan Komando (Sesko) di lingkungan TNI itu mengingatkan peserta untuk selalu bijak menggunakan waktunya. Hal tersebut bukan hanya tentang uang tapi bagaimana kesempatan yang datang harus dapat dimaksimalkan menjadi peluang-peluang kebaikan. Oleh karena itu, manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya dengan berbuat sebanyak mungkin kebaikan sosial, termasuk dengan pekerjaan atau profesi yang melekat pada diri kita.
Menurutnya dari sedikit hal di dunia ini yang tidak pernah kembali salah satunya adalah waktu. Untuk itu jangan pernah menyia-nyiakan waktu apalagi menyalahgunakankan karena akan menyesal sendiri.
“Biasanya orang yang mampu memanfaatkan waktunya secara optimal akan meraih kesuksesan. Kondisinya bertolak belakang dengan mereka yang menyia-nyiakan waktunya. Akan menyesal di kemudian hari,” ujar pembicara laris itu.
Orang yang jadwalnya padat, tutur Dr Aqua, biasanya sangat ketat mengatur waktunya. Dengan begitu semua agendanya bisa terlaksana dengan baik dan optimal.
Penulis buku-buku “super best seller” itu mencontohkan dirinya. Dalam minggu ini (pekan lalu-red) jadwal Sharing Komunikasi dan Motivasinya di enam kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah sebanyak 15 sesi selama empat hari. Rata-rata sehari bicara tiga sesi minimal enam jam.
“Hingga akhir tahun ini jadwal saya lumayan padat termasuk menghadiri Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua. Meski semuanya sudah terjadwal namun tetap fleksibel. Setiap saat agendanya dapat berubah, disesuaikan dengan kondisi yang ada dan kesiapan panitia yang mengundang saya untuk melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi,” terang Staf Ahli Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Bidang Komunikasi Publik itu.
Di awal pemaparannya Dr Aqua mengapresiasi seluruh tenaga kesehatan (nakes) yang telah mempertaruhkan nyawanya sekitar satu setengah tahun selama pandemi Covid-19. Begitu juga para guru yang harus memiliki kesabaran tinggi mengajar semua siswanya via daring.
“Semua itu pengorbanan yang luar biasa. Saya sangat mengapresiasinya. Alhamdulillah semua nakes di RSIA Hikmah Sawi sehat. Kalaupun ada yang terpapar Covid-19 sekarang sudah sembuh. Syukurilah semua rezeki dari Tuhan tersebut,” pesan Dr Aqua.
Kepada mereka yang pernah terpapar Covid-19, pria yang sehari-hari tinggal di Bogor, Jawa Barat itu mengatakan agar jangan pernah menyesalinya. Justru sebaliknya berterima kasih kepada Tuhan karena jadi tahu bagaimana rasanya mengalami penyakit itu. Bisa bercerita pengalamannya secara langsung kepada orang lain.
Jika berpikir positif, lanjut Dr Aqua, selama terpapar Covid-19 merupakan kesempatan untuk istirahat. Setelah selama ini berjuang sebagai nakes yang membantu mengobati para pasien yang sakit.
Dr Aqua juga mengingatkan seluruh yang hadir untuk bersyukur karena bekerja di Rumah Sakit Hikmah Sawi dan SDIT Mutiara Ilmu yang pemiliknya sangat perhatian pada seluruh karyawan dan keluarganya. Mereka sudah dianggap seperti keluarga sendiri. Kebutuhannya sangat diperhatikan termasuk ketika ada yang terpapar Covid-19.
“Tidak semua pemilik usaha yang bersikap dan berbuat seperti Ibu Hikmah Sawi. Selalu memperhatikan semua karyawan dan keluarganya dengan sepenuh hati. Itu sesuai dengan motto rumah sakit ini. Beliau sekeluarga setiap saat siap membantu sesuai dengan bantuan yang dibutuhkan masing-masing pegawai,” ungkapnya.
Dr Aqua kemudian membagikan tips kepada seluruh peserta agar bisa tetap produktif dan menghasilkan kinerja terbaik meski pandemi Covid-19. Mulai dari mengoptimalkan waktu untuk terus berbuat baik hingga memaknai pekerjaan sebagai ibadah.
“Para nakes adalah ahli surga karena punya kesempatan beribadah mengabdi kepada masyarakat selama 24 jam. Kalau ini dilaksanakan dengan ikhlas dan memaknai pekerjaan sebagai ibadah jelas akan menjadi ladang pahala. Buat bekal di akhirat kelak,” kata Dr Aqua.
Dalam paparannya, pria yang telah mengumrahkan gratis lebih dari 150 orang dari hasil penjualan buku “super best seller” karyanya yang berjudul “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” itu menekankan agar semua nakes mengedepankan rasa bersyukur. Menurutnya pada masa krisis seperti saat ini, rasa bersyukur harus selalu dikedepankan.
“Hanya dengan bersikap demikian, maka kita tetap bisa menjalani hidup dengan penuh keikhlasan dan bahagia. Kebahagiaan hidup seseorang tergantung pada pola pikir dan pola sikap. “Service mindset” adalah kunci utama megambil hati setiap orang. Karena setiap unsur sumber daya manusia dalam institusi apapun termasuk di rumah sakit harus mampu melayani dengan hati. Setiap orang yang menjalankannya akan memiliki kepuasan tersendiri terhadap pekerjaan, melebihi dari upah yang diterimanya,” jelas Dr Aqua
Menurut pria yang rendah hati itu dalam bekerja, setiap orang hendaknya memperhatikan rumus empat “as” yang akan melahirkan “as” yang kelima. Hal tersebut sangat penting sebagai acuan agar sukses melaksanakan semua aktivitas.
“Kunci dalam bekerja adalah sikap ikhlas, inilah energi utama dalam bekerja dan melakukan aktivitas apapun. Serahkan semua hal kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kedua bekerja dengan cerdas yakni beraktivitas dengan efektif dan efisien. Upayakan melakukan “multitasking” dengan penekanan skala prioritas. Melaksanakan beberapa kegiatan sekaligus,” ungkap Dr Aqua.
Kemudian, bekerjalah dengan keras karena menunjukkan konsistensi. Ini menjadi keharusan agar hasilnya sesuai dengan doa dan harapan.
“Setelah bekerja keras, jalankanlah dengan tuntas. Jangan setengah-setengah. Bila perlu menginap di kantor ketika menyelesaikan sebuah tugas penting karena hal ini terkait dengan kredibilitas kita. Ketika kita menjalankan keempat “as” dengan baik, maka semua aktivitas dan pekerjaan kita akan berkualitas. Lakukanlah hal ini secara konsisten dan terus-menerus,” tutur Dr Aqua menguraikan.
Di awal acara, Hikmah dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada Dr Aqua. Dia bersama seluruh keluarga besar RSIA Hikmah Sawi dan SDIT Mutiara Ilmu sangat bersyukur dan senang sekali dengan kehadiran motivator yang memiliki jam terbang tinggi itu.
“Kita malam ini sangat bersyukur dan beruntung sekali karena Pak Aqua telah hadir bersama-sama kita di sini. Beliau sebelumnya tadi pagi dan siang melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi di Pomdam V/Brawijaya dan Denpom V/3 Malang. Saat di Surabaya saya hadir dan pemaparannya bagus sekali,” kata Hikmah.
Untuk itu ibu satu putra tersebut meminta seluruh jajarannya yang hadir menyimak semua yang disampaikan Dr Aqua mulai dari akhir hingga selesai. Karena dinilainya sangat penting.
Kepada Dr Aqua, Hikmah menyampaikan berbagai upaya yang selama ini telah dilakukannya untuk meningkatkan motivasi karyawan termasuk mewujudkan kekompakan agar kinerjanya optimal. Itu sangat penting agar semua pasien dan keluarganya merasakan layanan yang baik kepada mereka.
“Berbagai upaya telah saya lakukan selama ini. Salah satunya setiap minggu rutin mengadakan pengajian. Agar banyak yang datang, kepada yang hadir pulangnya saya beri sembako,” jelasnya sambil tersenyum.
Dia ingin agar RSIA Hikmah Sawi yang didirikan makin maju dan dapat memberikan layanan terbaik kepada semua pasien dan keluarganya. Sehingga mereka memiliki kesan positif yang mendalam. Dengan begitu tanpa diminta ikut membantu memasarkannya.
Hikmah juga menceritakan tentang SDIT Mutiara Ilmu yang baru beberapa tahun didirikannya. Meski relatif baru namun telah berprestasi di tingkat nasional.
“Pada pertemuan ini saya juga mengundang para pengurus dan guru SDIT Mutiara Ilmu. Beberapa seniornya adalah guru saya ketika di SMA. Beliau semua sangat membantu memajukan sekolah ini,” terangnya.
Hikmah bertekad untuk terus memajukan SDIT Mutiara Ilmu. Apapun bakal dilakukannya untuk mewujudkan itu.
Buat memajukan sekolah itu termasuk membangun berbagai fasilitas, Hikmah mengeluarkan dana yang relatif besar. Sebagian uangnya diambil dari keuntungan operasional RSIA Hikmah Sawi yang merupakan haknya.
“Saya ingin mewujudkan sekolah terbaik di Bangkalan, sehingga mereka yang tinggal di daerah ini dan sekitarnya tidak perlu jauh-jauh sekolah ke Surabaya,” pungkas Hikmah yang niat awal mendirikan SDIT Mutiara Ilmu buat memberi pendidikan untuk putra semata wayangnya Muhammad Taj Afrin.
Malam itu Dr Aqua menginap di rumah Sawi yang letaknya di Kecamatan Arosbaya Bangkalan. Sebelumnya untuk menghormati tamunya, Sawi menawarkan nginap di hotel bintang lima di Surabaya atau hotel terbaik di Kota Bangkalan.
“Jika diizinkan saya menginap di rumah Mas Sawi saja. Pasti lebih nyaman. Sekaligus agar saya tahu desa kelahirannya Mas Sawi,” ujar Dr Aqua menjawab tawaran Sawi. (abd)