Garap Film Tentang Ibu, Bukti Nyata Melanie Subono Cinta Tanah Air

by Slyika

JAKARTA – Melanie Subono yang selama ini lebih dikenal sebagai musisi dan aktivis, kembali menghadirkan sebuah karya. Lain dari biasanya, Melanie tampil dengan sebuah film. Selain berperan sebagai Eksekutif Produser bersama Agung Rahadian, wanita berusia 44 tahun ini bertindak sekaligus sebagai produser, pengarang ide cerita, sampai membantu Reza Nangin, co-direct yang digandengnya sebagai sutradara.

Film dengan akar musikal ini dimainkan oleh dua tokoh utama, yakni Jajang C Noer dan Khiva Iskak. “Saya orang musisi, jadi pendekatan cerita yang paling saya mengerti ya dari angle musik. Apalagi saya dibantu Dennis Nussy sebagai music director. Musik menjadi bagian sangat kuat dari cerita,“ ungkap Melanie.

Menurut Melanie, jalan cerita film ini sederhana. Tentang seorang anak yang berkeliling Indonesia untuk mencari ayahnya hanya bermodalkan foto pernikahan orang tuanya dan sebuah kain milik ayahnya.

Kain itulah yang mengarahkan dia ke lima pulau Indonesia dan akhirnya bertemu dengan 5 kearifan, 5 lagu , 5 tradisi tapi memiliki satu kesamaan, yaitu kekuatan tokoh perempuan di setiap kota.

Pencarian sang ayah yang dilakukan selama 7 hari diiringi 5 lagu daerah ini dimulai di Banjarmasin (Ampar-Ampar Pisang), Padang (Kampuang Nunjauh Di Mato), Jogjakarta (Lir Ilir), Sorong (Yamko Rambe Yamko) dan Ambon (Sio Mama).

Selain seniman lokal dari setiap daerah, tujuh musisi nasional turut mendukung proses pembuatan film ini. Mereka adalah Prince Poetiray, Ojan Sisitipsi, Monita Tahalea, Micky Idol, Tuan 13, Albert Fakdawer, DJ Sumantri.

Bukan saja sarat akan lagu, alam, budaya dan sastra Indonesia, di film ini Melanie juga mengenalkan berbagai produk kesayangan buatan asli Indonesia seperti Orang Tua, Indofood, JNE, Dian Oerip, Sriwijaya Air, Eiger, Chayra Sari. Film ini juga mendapat dukungan penuh dari Kementrian Parekraf.

“Sebagai brand local, bangga sekali Orang Tua bisa memberikan suport kepada industri perfilman Indonesia. Apalagi film “Tentang Ibu” ini mengangkat cerita mengenai kearifan lokal dan tradisi Indonesia.“ Demikian pesan yang disampaikan pihak brand Orang Tua.

Selain akan diputar di Rusia pada 2 oktober dan sedang berjuang di Toronto Women Film fest dan Hongkong Youth Film Fest, film Tentang Ibu sudah memenangkan berbagai festival film Indie di dunia, yaitu Bali 4th Dimension Independent Film (Best Narrative Feature ), Independent Awards (Best Trailler and Best Film), Netherland Pure Magic International Film Festival (feature film), Russia Halo International Film Festival (Best Feature Film), India Rameshwaram International Film Festival (Best International Feature Film) dan Singapore World Film Carnival (Narrative Features above 40 min and Debut Film Maker).

Film “Tentang Ibu” bisa ditonton di Vidio.com mulai 1 Desember, bertepatan dengan Hari Ibu di SCTV. “Kita tidak berhenti disini karena ini adalah sebuah gerakan. Kita mencari mereka yang punya produk lokal untuk kita Buatkan UMKM. Mereka yang cinta lagu daerah, kita produseri. Mereka yang bisa membuat film mengangkat area dan budayanya kita bantu modalkan membuat film dan lainnya dalam 2 bulan kedepan.

Melanie Percaya, mencintai ibu, ibu bumi, ibu pertiwi merupakan bentuk dan cara berjuang serta mencintai Indonesia. Sama seperti Eyang (alm) B J Habibie, yang berjuang untuk negara melalui teknologi. Silahkan cek link di bio Instagram @tentangibu.id. (slyika)

0 comment
1

Related Post

Leave a Comment