PEMATANGSIANTAR – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Pematangsiantar-Simalungun mengharapkan pemerintahan di era Wali Kota Susanti Dewayani yang baru dilantik gubsu, bersih dari korupsi.
Harapan itu disampaikan Ketua GMKI Pematangsiantar-Simalungun, Juwita Panjaitan, Jumat (25/2/22).
Juwita mengatakan, semasa Wali Kota Hefriansyah sejumlah kasus dugaan korupsi yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) cukup banyak ditemukan.
Diantaranya kasus tangkap tangan pemotongan insentif ASN di Dinas Pendapatan Pemko Pematangsiantar dan mangkraknya pembangunan Tugu Sangnawaluh yang menurut audit BPK menimbulkan kerugian negara Rp900 juta lebih.
“GMKI berharap ada perubahan Kota Pematangsiantar dipimpin ibu Susanti Dewayani, paling utama bersih korupsi dan sejumlah pekerjaan yang mangkrak bisa dituntaskan,” ujar Juwita.
Susanti juga diharapkannya tidak anti kritik dari masyarakat, LSM bahkan jurnalis.
” Wali Kota Pematangsiantar ibu Susanti diharapkan tidak alergi kritik seperti wali kota terdahulu yang sempat viral di media sosial karena berdebat dengan jurnalis. Kritik yang diberikan diharapkan menjadi masukan bagi wali kota memperbaiki dan meningkatkan kinerjanya menjadi baik,” ujar Juwita.
Juwita juga berharap penempatan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) benar-benar figur profesional dan mampu mendukung program kerja wali kota. (ricky fh)
