Home Berita Relawan HSI Siap Terjun di Medan Bencana

Relawan HSI Siap Terjun di Medan Bencana

by Slyika

JAKARTA – Punya tekad dan keberanian saja, tidaklah cukup bagi relawan saat terjun di wilayah bencana. Perlu pengetahuan dasar tentang rescue dan lainnya. Jika tidak dipahami sebagai panduan, bukannya membantu korban, justru nyawa bisa terancam.

Yes, benar banget. Pernyataan di atas bukanlah peringatan semata. Jika tidak berhati-hati dalam melakukan pertolongan, penyelamatan dan evakuasi terhadap korban bencana. Maka, bisa menimbulkan dampak buruk yang tidak diinginkan, seperti kecacatan atau bahkan kematian.

Tak hanya itu, para relawan pun perlu bekal pengetahuan yang cukup, dan bertindak sesuai prosedur yang tepat dalam melakukan penyelamatan. Sehingga keselamatan dirinya juga ikut terjaga.

Berangkat dari pemikiran inilah, HSI (Halaqoh Silsilah Ilmiyah) Abdullah Roy Berbagi, yang tergabung dalam Divisi Relawan Tanggap Bencana, menggelar pelatihan bagi relawannya di Lereng Gunung Lawu, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah 31 Juli-1 Agusrus 2022.

Bertajuk; Pelatihan Disaster Management, Relawan Tanggap Bencana HSI Berbagi- pelatihan ini terselenggara bekerjasama dengan PMI Kota Solo.

Pelatihan yang diikuti 30 relawan ini, meliputi; kesiapsiagaan pra bencana, asesmen, logistik, hingga rescue berupa simulasi evakuasi korban bencana.

“Kegiatan ini, sebagai bentuk kepedulian kita dan saling tolong menolong kepada sesama. Harapannya, akan ada duta- duta HSI di berbagai wilayah, yang dapat diterjunkan dalam kegiatan kebencanaan,” ujar Ketua HSI Abdullah Roy, HN Ihsan dalam sambutannya membuka pelatihan.

Sebagai lembaga yang mengemban misi dakwah Ahlussunnah, Ihsan menyampaikan, gelaran pelatihan ini, juga sebagai forum keakraban, saling kenal, untuk menjalin ukwah imaniyah yang semakin kuat.

Menurutnya, pembekalan dasar dalam penanggulangan bencana bagi Relawan HSI Berbagi sangat penting dilakukan.

Hal ini, untuk membentuk kemampuan dan memastikan kesiapsiagaan bagi relawan saat diterjunkan ke medan bencana.

“Jangan ujug-ujug ke lokasi bencana. Tanpa ilmu, justru sangat berbahaya dan bisa menjadi korban. Keselamatan relawan, juga utama,” ungkap Ihsan memberi nasihat.

Sosok yang sangat bersahaja dan dekat kepada sesama penuntut ilmu di HSI Abdullah Roy, mengatakan, dirinya dan HSI akan support dengan sepenuh hati.

“HSI akan dukung kegiatan pelatihan seperti ini, tujuannya untuk taqarrub kepada Allah,” ucapnya meyakinkan.

Tak kalah bersemangat. Meski, udara dingin yang cukup menusuk tulang, di sekitar lereng Gunung Lawu.

Ketua HSI Berbagi Mujiman, juga turut bergabung menemani para relawan menginap dalam tenda. Berselimut gelapnya malam, belantara hutan.

Mujiman mengatakan, disamping bekal pengetahuan. Pelatihan yang digelar juga menjadi ruang saling mengisi antar relawan.

Menurutnya, potensi atau skill yang dimiliki para relawan akan semakin terasah. Hal ini, tentu sangat diperlukan dalam menghadapi situasi bencana.

“Kemampuan itu, mulai dari perencanaan, asesmen, logistik, hingga evakuasi korban, yang membutuhkan keterampilan dengan prosedur yang tepat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jika semua materi pelatihan penanggulangan bencana dipahami dan dilakukan dengan baik.

Risiko yang diperoleh akan semakin kecil. Sementara, upaya penyelamatan korban saat bencana, akan semakin besar.

“Pelatihan seperti ini akan terus kita lakukan. Disamping riview terhadap daerah bencana, dimana HSI Berbagi sudah terjun dan ikut membantu.”

Mujiman menambahkan, dalam penanganan bencana, membangun jejaring dengan masyarakat dan komunitas yang terdampak bencana juga perlu diupayakan. Termasuk antar lembaga sosial dan pemerintah.

Sebagai relawan bencana, HSI Berbagi harus terus aktif. Melakukan evaluasi, terkait apa saja yang harus dan sudah dilakukan.

Sehingga, dalam menghadapi ancaman dan bencana yang terjadi, relawan siap terjun sesuai kebutuhan dan kondisi medan bencana.

Sebelumnya, dalam menjalankan kegiatan sosialnya. HSI Berbagi dengan relawan yang dimiliki, aktif membantu menanggulangi bencana di Tanah Air.

Keikutsertaan HSI Berbagi diantaranya membantu pendirian posko dan mengirimkan logistik saat bencana Gunung Semeru, Gempa Lombok, Papua, Padang Sumatera Barat, Tsunami di Pandenglang, Banten dan Lampung serta lainnya.

Adapun bencana gempa di Lombok, HSI Berbagi memprakarsai berdirinya Markaz Bersama Assunnah, yaitu lembaga yang menyatukan lembaga-lembaga Sunnah se-Indonsia yang concern dalam kegiatan bencana alam. (subhan hardi/ARN212-24219)

You may also like

Leave a Comment