Home Berita Ketum IWO: Dewan Pers Sudah Ketinggalan Zaman

Ketum IWO: Dewan Pers Sudah Ketinggalan Zaman

by Slyika

JAKARTA – Pendiri Ikatan Wartawan Online (IWO) Jodhi Yudhono menilai keberadaan Dewan Pers saat ini sudah ketinggalan zaman.

“Sudah lama kami mempersoalkan kewenangan kewenangan Dewan Pers yang sudah tidak sesuai perkembangan zaman,” kata Ketua Umum IWO yang beranggotakan ribuan wartawan online di seantero Tanah Air, dalam jumpa pers di Rumah Makan Mbok Berek Ny Umi di Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu, (27/8/22).

Jodhi, jurnalis yang sebelumnya bekerja di Kompas.com menyampaikan pandangan, tupoksi (tukas pokok dan fungsi) Dewan Pers sudah tidak bisa mengikuti perkembangan zaman.

“Bahwa wartawan harus tersertifikasi dan sertifikasi di Dewan Pers itu tidak sesuai dengan regulasi. Biarkan sertifikasi dilakukan oleh lembaga sertifikasi yang semestinya,” tegasnya.

Menurutnya, sertifikasi dan uji kompetensi wartawan seharusnya dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk mendapatkan lisensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Bukan Dewan Pers.

“Pelaksana teknisnya malah bisa organisasi profesi kewartawanan. Bukan Dewan Pers,” tegasnya lagi.

Menurutnya, Dewan Pers yang membawahi organisasi organisasi pers, merupakan benteng terakhir yang bertugas menjaga kemerdekaan pers, dan moral insan pers, bukan terjun ke teknis menguji kompetensi para wartawan dan sertifikasi perusahaan pers.

“Ketentuan agar perusahaan media punya kantor punya karyawan, memberikan gaji tetap dan BPJS yang disyaratkan oleh Dewan Pers hanya sesuai dengan perusahaan besar yang membuat perusahaan media jatuh ke tangan pemodal besar dan kaum kapitalis,” paparnya.

Sedangkan media di era digital, jelas dia, sekarang makin personal terdiri dari unit unit kecil yang lincah dan efisien.

Jodhi, jurnalis yang juga musisi, meyakini profesionalisme media ikut serta membangun bangsa dengan fungsi kontrolnya. “Mengarah pada era industri 4.0 saat dunia dalam genggaman,” jelasnya.

Dia menyebutkan, smartphone kini menggantikan fungsi halaman koran dan majalah di masa lalu.  “Dan wartawan media online berkontribusi di dalamnya,” tandasnya. (rel)

You may also like

Leave a Comment