Semua tergantung Niat Dilandasi Hati yang Bersih

Dr Aqua Dwipayana Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional

“Saya mau memberangkatkan satu orang umroh saja belum terwujud. Sementara Pak Aqua rutin mengumrohkan banyak orang setiap tahunnya,” ujar beberapa teman senada.

Ucapan seperti di atas sering saya dengar dari teman-teman. Mereka “iri” dengan yang saya lakukan. Ingin berbuat yang sama, bahkan (mungkin) lebih dari itu. Namun belum terwujud.

Dengan rendah hati saya sampaikan bahwa aktivitas sosial itu bisa secara konsisten saya lakukan, sepenuhnya karena TUHAN.

Saya hanya perantara saja alias “tukang pos” yang menyampaikan undangan kepada mereka yang mendapatkan rezeki dariNYA.

Tidak hanya itu. Saya juga sebagai pengumpul dan penyalur rezeki teman-teman yang mau membantu sesama. Mereka menitipkannya kepada saya untuk disalurkan kepada yang berhak menerimanya.

Amanah dari banyak teman itu harus saya laksanakan dengan sebaik-baiknya. Sehingga mereka puas dan rutin setiap tahun memberikan kepercayaan serupa kepada saya.

Terus Bertambah
Alhamdulillah teman-teman yang memberikan amanah dari tahun ke tahun jumlahnya terus bertambah. Mereka terpanggil dan tertarik untuk ikut mendukung kegiatan sosial saya karena membuktikan kepercayaan yang diberikan tepat sasaran.

Sebagian ada yang melihatnya secara langsung. Karena kesibukan masing-masing, teman-teman yang menjadi donatur itu ada juga yang mengetahuinya dari laporan yang saya sampaikan.

Mereka percaya dan puas dengan semua yang saya lakukan. Terutama setelah menyaksikan semua titipannya tepat sasaran dan tersalurkan kepada yang berhak menerimanya.

Mereka mendorong saya untuk rutin setiap tahun melakukannya. Diiringi janji akan terus mendukung. Bahkan ada yang mengajak kawan-kawannya berbuat yang sama.

Sedangkan kepada teman yang “iri” atas konsistensi perbuatan baik itu, saya sampaikan bahwa hal paling mendasar sehingga bisa rutin melaksanakannya adalah karena diawali niat baik. Semata-mata karena TUHAN. Bukan yang lain.

“Pekerjaan” TUHAN
Di samping itu, dilandasi hati yang bersih. Sehingga semuanya terlaksana dengan baik sesuai niatnya. Bahkan tidak jarang hasilnya melebihi yang ditargetkan.

Tidak perlu heran dengan hal itu karena semuanya “pekerjaan” TUHAN. Sehingga seluruhnya serba mungkin dan mendapat berbagai kemudahan dalam melaksanakannya.

Kalau pun ada hambatan, TUHAN akan segera memberikan solusi terbaik. Dengan caraNYA mengirimkan “malaikat” yang wujudnya manusia.

Selama ini saya sering merasakan semua itu. Hal tersebut membuat saya makin ketagihan melakukan berbagai kegiatan positif. Ingin terus membantu sesama sesuai kemampuan saya.

Semoga ke depan semakin banyak orang yang bahagia karena mendapat bantuan dari mereka yang memiliki kepedulian tinggi pada sesama. Aamiin ya robbal aalamiin…

Saat di Kereta dari Stasiun Tugu Yogyakarta menuju Yogyakarta International Airport Kulon Progo, saya mengajak untuk terus berbuat baik membantu sesama yang membutuhkan bantuan. Salam hormat buat keluarga.

Dr Aqua Dwipayana
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional

 

Related posts

Merayakan Kematian Pancasila

Hari Lahir Pancasila : Antara Warisan Sejarah dan Pekerjaan Rumah Bangsa

Bolehkah Presiden Berqurban dengan Dana APBN Atas Nama Kepala Negara ?