Pemantauan Informasi Digital Peta Kandidasi Pilpres 2024: Pra Deklarasi Anies, Siapa Kandidat Capres dan Cawapres Terpopuler?

Foto/Ilustrasi/Ist

Pra deklarasi sebagai capres Nasdem, Anies Baswedan sudah merupakan kandidat capres paling populer di ruang siber selama bulan September 2022 dengan 478.942 mention, meninggalkan jauh Ganjar dengan 264.545, Puan 174.435, dan Prabowo dengan 114.649 mention.

Popularitas Anies ini cenderung konsisten dan terus meningkat sejak Juli 2022. Kepopuleran Anies ini terjadi diikuti dengan tingginya interaksi warganet terhadap kandidat, berupa like, share, comment, reply selama September 2022.

Anies konsisten di peringkat teratas dengan 2.292.044 respon. Tetapi, berbeda dengan popularitas, untuk interaksi peringkat keduanya diduduki oleh Puan dengan 1.121.443, baru Ganjar Pranowo dengan 949.060, dan Prabowo Subianto tetap di akhir dengan 420.035. Interaksi berarti ada komunikasi dua arah antara kandidat dan warganet.

Sedangkan untuk kandidat cawapres paling populer di ruang siber pra deklarasi Anies, nama Agus Harimurti Yudhoyono berada di posisi terdepan selama bulan September 2022 dengan 382.438 mention.

Erick Thohir di posisi kedua dengan 302.832, diikuti Muhaimin Iskandar 41.474, dan Airlangga Hartarto dengan 24.764 mention.

Popularitas Agus menunjukkan peningkatan secara konsisten sejak Juli, dan drastis melonjak di bulan September 2022.

Pemicunya adalah kritik keras Agus kepada pemerintah terkait naiknya harga-harga kebutuhan pokok dan bbm, pembangunan infrastruktur yang cenderung gunting pita saja, dan berbagai kebijakan lainnya.

Sedangkan Erick Thohir popularitasnya cenderung stabil selama periode Juli-September 2022. Muhaimin dan Airlangga menunjukkan tren yang terus meningkat, meskipun jauh di bawah Agus dan Erick.

Demikian hasil pemetaan percakapan publik di media sosial dan pemberitaan di media online yang dilakukan FDS UI Research & Consulting sejak Juli 2022 mengenai kandidat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (wapres) yang diprediksi berpeluang maju di Pilpres 2024.

Pemetaan percakapan publik di media sosial dan pemberitaan di media online yang dilakukan FDS UI Research & Consulting sejak Juli 2022 dibagi dalam 2 periode.

Periode pertama, pra deklarasi Anies Baswedan sebagai kandidat capres oleh Partai Nasional Demokrat atau Nasdem, atau bulan Juli-September 2022. Periode kedua, pasca deklarasi Anies Baswedan, atau Oktober-Desember 2022.

Poros Koalisi

FDS UI Research & Consulting menjadikan deklarasi Anies Baswedan oleh Partai Nasdem pada tanggal 3 Oktober 2022 sebagai patokan periodisasi, karena memberikan dampak cukup signifikan bagi peta pergerakan koalisi di perpolitikan nasional.

Deklarasi Anies Baswedan membuat kepastian pembentukan poros di luar pemerintahan semakin membesar.

Sebelumnya, dua parpol di luar pemerintahan, Demokrat dan PKS jika bergabung pun masih belum mencukupi ambang batas pengajuan capres dan cawapres di 2022.

Dan, potensi koalisi kedua parpol itu dengan Nasdem masih dianggap meragukan karena posisi Nasdem di dalam koalisi pemerintahan Joko Widodo 2019-2024.

Dengan deklarasi Anies yang dianggap banyak pihak sebagai antitesis Joko Widodo ataupun minimal berbeda posisi politik dari Joko Widodo sebagai capres Nasdem, menunjukkan keinginan kuat Nasdem membangun koalisi di luar parpol pendukung pemerintahan Joko Widodo, dan tidak berada dalam pengaruh Joko Widodo.

Dengan demikian, peta politik Pilpres 2024 Indonesia berdasarkan dinamika selama tahun 2022 akan berpotensi terbagi menjadi empat poros.

Poros Koalisi Indonesia Bersatu yang dimotori Golkar, PAN, dan PPP. Poros Kebangkitan Indonesia Raya yang dibentuk Gerindra dan PKB.

Poros PDIP sebagai satu-satunya parpol parlemen yang sudah memenuhi ambang batas untuk mengajukan calon presiden dan calon wakil presiden sendiri tanpa perlu berkoalisi dengan parpol lain. Dan, terakhir, Poros Perubahan, beranggotakan Nasdem, Demokrat, dan PKS.

Berangkat dari potensi empat poros di atas, FDS UI Research & Consulting mencoba merangkum hasil survei berbagai lembaga riset maupun diskusi dengan para elit politik maupun para intelektual politik, sehingga memprediksi ada empat tokoh utama yang berpotensi menjadi kandidat capres dan empat tokoh utama yang berpotensi menjadi cawapres.

Kandidat Capres dan Cawapres

Empat tokoh kandidat capres terdiri atas tiga tokoh yang memiliki elektabilitas tertinggi dari berbagai lembaga survei selama satu tahun terakhir, yaitu Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto.

Sedangkan satu tokoh lagi merupakan tokoh yang banyak disebut- sebut bakal menjadi capres dari parpol yang satu-satunya berhak mengajukan pasangan capres-cawapres sendiri karena memiliki kursi melebihi ambang batas yang diperlukan, yaitu Puan Maharani.

Untuk empat kandidat cawapres, kami memetakan empat tokoh yang berpotensi sebagai cawapres di Pilpres 2024.

Tiga kandidat cawapres pertama merupakan Ketua Umum partai politik yang memiliki daya tawar tinggi dan peran penting dalam pembentukan koalisi untuk memenuhi ambang batas minimal untuk mengajukan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden sebesar 20 persen.

Mereka adalah Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar, Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, dan Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum Partai Demokrat.

Airlangga memang belum memiliki elektabilitas pribadi yang cukup signifikan, tetapi parpol yang dipimpinnya memiliki kursi terbesar kedua di parlemen.

Sedangkan Muhaimin patut diperhitungkan karena memimpin parpol yang dianggap representasi organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia, NU, dan termasuk kunci kemenangan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019.

Agus di antara tokoh-tokoh yang berani bersuara kritis terhadap pemerintahan dan menyuarakan ketidakpuasan masyarakat, memiliki elektabilitas yang cukup tinggi, baik sebagai capres apalagi sebagai cawapres.

Kandidat cawapres keempat diprediksi berasal dari luar partai politik, yaitu Erick Thohir. Erick sejak menjadi Menteri BUMN, menunjukkan intensitas tinggi dalam upaya membentuk citra diri dan meningkatkan popularitasnya, baik di media sosial maupun dengan bertemu langsung masyarakat.

Erick juga cukup rajin mendekati para petinggi parpol. Latar belakangnya sebagai pengusaha dan kemampuan finansialnya yang cukup memadai, membuat sosoknya semakin diperhitungkan dalam kontestasi Pilpres yang memerlukan pembiayaan besar.

Dr. Rulli Nasrullah

CEO FDS UI Research  & Consulting

Related posts

Ijazah Antara Ghibah dan Berbantah-bantah

Bersyukur Semua Teman di Kejaksaan Promosi Kajati dan Sekretaris Jaksa Agung Muda

Pernyataan Resmi Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Indonesia