JAKARTA – Juara bertahan nomor ganda putra turnamen bulutangkis All England 2022 pasangan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri senang melaju ke babak 8 besar turnamen bulutangkis tertua di dunia itu.
Pada babak 16 besar ganda muda Indonesia itu bertemu pasangan Malaysia Ong Yew Sin/Teo Ee Yi. Setelah berjuang dalam 44 menit, Bagas/Fikri pun sukses menundukkan wakil Malaysia dengan dua gim langsung 21-18, 21-18.
Pasangan dengan julukan BaKri itu mengaku terinspirasi dengan pola permainan ganda putra nomor satu dunia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang pantang menyerah saat menghadapi ganda Korea.
Pasangan muda pelatnas Cipayung itu hampir saja kalah pada gim kedua, namun mereka setelah mengingat aksi seniornya, Bagas/Fikri pun bangkit mengejar ketertinggalan dan berhasil menang dua gim langsung.
“Kami terinspirasi oleh Fajar (Alfian) dan Rian (Ardianto) di laga kemarin. Selama tidak menyerah pasti bisa,” ungkap Mohammad Sohibul Fikri.
Fikri menambahkan sempat kehilangan angka hingga pertengahan permainan, namun keduanya mulai fokus pada akhir gim kedua.
“Tadi kami merasa di poin-poin akhir, lawan fokusnya hilang. Kami yang dari awal sudah tertinggal mencoba mengejar dan berhasil,” ungkapnya.
“Setelah poinnya sama, mereka mungkin gugup lalu kami bisa dapat poin lebih banyak,” lanjutnya.
“Tadi memang kami tertinggal cukup jauh di gim kedua tapi lawan juga masih jauh ke poin 21 jadi daripada kami lepas dan belum tentu di gim ketiga bisa bermain bagus makanya kami coba mengejar dengan mengubah pola main, juga semangat terus,” tuturnya lagi.
Pada kesempatan yang sama Bagas Maulana mengatakan, sudah sering bertemu Ong/Teo, sudah sama-sama tahu kekuatan masing-masing.
“Di lapangan juga secara permainan tidak terlalu berbeda dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya,” ungkap Bagas.
“Komunikasi kami jaga dengan baik. Saya dan Fikri saling percaya. Itu kunci kami bisa memenangkan pertandingan hari ini,” tambahnya.
“Besok maunya ketemu Fajar/Rian biar Indonesia bisa pastikan satu di semifinal,” tandasnya.
