JAKARTA – Meningkatkan kualitas dan perkembangan anak mengikuti pendidikan di sekolah tempat si anak belajar, kemerdekaan dalam pendidikan sangatlah penting.
“Kemerdekaan anak bersekolah, anak harus mendapatkan perlakuan yang aman dan nyaman di tempat belajar,” kata Cecilia Icha yang juga konsultan jasa berkaitan dengan Industri TKDN, Rabu (16/8/23).
“Aku ataupun semua orang tua mau anaknya Merdeka dalam belajar, bisa belajar dengan aman, tenang, fokus, mengerti Budi pekerti luhur, dan merasa happy dan tidak ada tekanan dari pihak manapun saat bersekolah,” paparnya lagi.
Perempuan yang akbran disapa Cecil itu mengatakan, momentum Hut ke 78 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), sebagai moment untuk anak–anak bisa bereksplore meraih prestasi dengan cara berlomba-lomba menjadi paling unggul dengan cara yang sehat dan adil.
Namun ia menyayangkan masih ada oknum–oknum di luar sana yang membully anak–anak karena masalah sepele yang berujung si anak tidak semangat bahkan penuh rasa takut untuk sekolah karena mendapatkan perilaku bullying.
Hal ini yang diungkapkan Cecil yang dimana anaknya kerap pernah terjadi bullying di sekolah.
“Anak saya pernah dapat perlakuan tidak baik, entah dari mana ide menginterfrensi seorang anak umur 10 tahun dengan suatu penekanan bahasa/kalimat didasari rasa kesal atau amarah,” kata Cecil.
“Dampaknya anak saya tidak mau sekolah, jerit-jerit karena merasa takut. Bahkan tidak mau pakai kacamatanya karena merasa tidak aman jika anak saya melihat wajah orang denga jelas,” tambah mantan Abang None Jakarta Terfavorit 2001 ini.
Cecilia mengungkapkan, bullying tidak boleh terjadi oleh anak siapa pun. karena akan merusak mental perkembangan anak dan menciptakan memories kelam.
“Yang seharusnya anak sekolah dasar tugasnya hanya belajar, bermain, berprestasi,” ujar perempuan yang pernah bermain film layar lebar, bersama aktor kawakan Vino G Sebastian, dalam film “The Police Movie”.
“Saya mengharapkan Hari Kemerdekaan RI ke 78 membangkitkan semangat yang luar biasa lebih maju lebih sehat lebih berprestasi lebih Memerdekaan anak anak untuk Giat Bersekolah tanpa adanya suatu paksaan apapun,” sebut Cecilia yang menyelesaikan studi S-1 (bidang Sekretaris) dan S-2 (bidang public relations) dari Universitas Budi Luhur ini.
Begitu sangat tergantungnya dunia pendidikan dalam naungan Kemendikbudristek. Di mana Kemendikbudristek menselaraskan sekolah dan tenaga pengajar untuk terciptanya keseimbangan serta menjunjung tinggi nilai Tut Wuri Handayani.
