BERITAIND.COM, JAKARTA – Dr. Hj. Nadiana M.Pd, kembali dipercaya memimpin Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Provinsi DKI Jakarta untuk masa bakti 2026-2030.
Nahdiana terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) PSTI DKI Jakarta yang digelar di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Jalan Gatot Subroto Kavling 40-41, Jakarta Selatan, Jumat (29/5/26).
Terpilihnya Nahdiana secara aklamasi mencerminkan kepercayaan dan dukungan penuh dari seluruh pengurus PSTI kabupaten/kota se-DKI Jakarta terhadap kepemimpinannya dalam mengembangkan olahraga sepak takraw di Ibu Kota.
Musprov PSTI DKI Jakarta dibuka secara resmi oleh Ketua Bidang Prestasi PSTI Pusat, Abdul Gani, yang hadir mewakili Ketua Umum PSTI Pusat.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Gani menyampaikan apresiasi atas soliditas organisasi PSTI DKI Jakarta serta berharap kepengurusan yang baru mampu melahirkan prestasi lebih tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
Kegiatan Musprov dihadiri enam ketua pengurus kota/kabupaten PSTI se-DKI Jakarta, perwakilan pengurus PSTI Pusat, jajaran pengurus PSTI DKI Jakarta, para pejabat Dinas Pendidikan, serta sejumlah undangan dari kalangan olahraga dan pemerintahan.
Dari PSTI Jakarta Barat hadir Ketua Umum Dr. Diding Wahyudin, S.Pd, M.Si, Ketua Harian Jupri, S.Pd., serta Bidang Organisasi dan Hukum Dadang Rachmat, SH.
Dalam sambutannya usai terpilih, Nahdiana menegaskan bahwa pembinaan atlet usia dini akan menjadi prioritas utama dalam program kerja PSTI DKI Jakarta selama empat tahun ke depan.
Menurutnya, prestasi olahraga tidak dapat dibangun secara instan, melainkan harus dimulai dari pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan sejak tingkat sekolah dasar hingga menengah.
“Pembinaan atlet usia dini harus menjadi fokus utama. Kita ingin menciptakan sistem pembinaan yang berkesinambungan agar sepak takraw DKI Jakarta memiliki regenerasi atlet yang kuat dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Nahdiana.
Ia menambahkan, sinergi antara pengurus cabang, sekolah, klub olahraga, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait menjadi kunci penting dalam mencetak atlet-atlet berprestasi di masa mendatang.
Selain pembinaan atlet muda, PSTI DKI Jakarta juga akan memperkuat kompetisi berjenjang, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, serta memperluas pembinaan sepak takraw di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Nahdiana optimistis DKI Jakarta memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan utama sepak takraw nasional apabila pembinaan dilakukan secara konsisten dan didukung seluruh pihak.
“Kami ingin sepak takraw semakin dikenal masyarakat, khususnya generasi muda. Dari sinilah akan lahir atlet-atlet berbakat yang mampu mengharumkan nama Jakarta dan Indonesia di berbagai kejuaraan,” katanya.
Musprov PSTI DKI Jakarta 2026 juga menjadi momentum konsolidasi organisasi dalam menyusun program kerja jangka menengah yang berorientasi pada peningkatan prestasi, penguatan tata kelola organisasi, serta pengembangan olahraga sepak takraw yang lebih modern dan kompetitif.
Dengan terpilihnya kembali Nahdiana, diharapkan PSTI DKI Jakarta mampu melanjutkan berbagai program pembinaan yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi baru guna memperkuat posisi Jakarta sebagai salah satu barometer perkembangan olahraga sepak takraw di Indonesia.
