Home Berita Pengacara: Dokter Gigi yang Dianiaya Pelaku dengan Sajam Masih Trauma

Pengacara: Dokter Gigi yang Dianiaya Pelaku dengan Sajam Masih Trauma

by Slyika

JAKARTA – Satreskrim Polrestabes Bandung, Jawa Barat, menerima laporan dari seorang dokter gigi mengalami penganiayaan dan mendapat ancaman pembunuhan.

Pelapor, Vissi El Alexandra (28), juga menyampaikan kejadian yang dialaminya di media sosial.

Klinik Rata di Ruko Hyper Paskal Square, Kota Bandung, Sabtu (21/10/23), mendadak riuh.

Salah satu dokter gigi, Visi Alexandra (28) menjadi korban kekerasan SS, kenalan lama yang mengamuk.

David Cahyadi,S.H.,CLA.,CTL.,CPCD selalu kuasa hukum Vissi El Alexandra mengungkapkan,  kedekatan kliennya dengan tersangka hanya sebatas antara dokter dan pasien.

Dirinya menyebutkan tidak mengetahui motif dari SS datang ke klinik untuk menemui Vissi.

“Tersangka Samuel Sunarya adalah pasien dari dokter gigi Vissi El, jadi hubungannya antara pasien dan dokter gigi, hanya sebatas itu,” ungkap David Cahyadi di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (31/10/23).

“Saat itu tiba-tiba, tanpa alasan dan permasalahan sebelumnya diduga Samuel ada konsep, dan benar saat itu datang ke klinik lalu diduga dilakukan penusukan menggunakan sajam (pisau lipat),” papar David Cahyadi.

David mengaku, dirinya juga sebagai korban yang akhirnya membuatnya resah, karena ada sebuah pesan singkat melalui media sosial miliknya bahwa SS mengetahui keberadaan ibunya.

“Saya juga korban, saya tidak mengenal Samuel Sunarya. Saat itu saya di direct message bahwa dia tahu keberadaan ibu saya dimana dan dia akan main hakim sendiri,” kata David.

“Itu yang membuat saya cukup resah, saya menduga orang normal tidak mungkin melakukan hal yang seberani itu,” sambungnya.

Saat ini, David sedang mengumpulkan beberapa korban yang mendapatkan dugaan pengancaman.

Upaya ini dilalukan agar SS tidak melakukan hal yang sama dikemudian hari.

“Saya akan mengumpulkan korban-korban untuk melakukan upaya hukum, jangan sampai nanti keluar melakukan hal seperti ini lagi. Sejauh ini ada empat tapi yang bersedia lapor hanya tiga,” ungkap David.

David mengatakan, saat ini kliennya mengalami ketakutan atas kejadian tersebut.

“Saat ini dokter gigi Vissi El trauma, sangat trauma, ada ketakutan yang luar biasa,” pungkasnya.

You may also like

Leave a Comment