BANDUNG – Sebanyak 11 mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Telkom University sukses menggelar workshop bertajuk “Daur Ulang, Daur Harapan” di Hafa Warehouse, Bandung, pada Sabtu (24/5/25).
Acara ini merupakan kolaborasi pertama antara Puka (PulasKatumbiri) dan Dust, dengan mengusung tema daur ulang dan inklusivitas melaluipembuatan plushie ramah lingkungan dari kain perca.
Puka merupakan brand kerajinan tangan inklusif yang didirikan oleh Dessy Nur Anisa Rahma.
Terinspirasi dari kecintaannya pada kerajinan, Dessy menjadikan passion–nyasebagai profesi dengan mendirikan Puka, akronim dari frasa Sunda Pulas Katumbiri yang berarti “goresan pelangi.”
Nama ini melambangkan karya yang penuh warna dan harapan.
Tagline “From Disability to Artability,” Puka memiliki misi untuk mengangkatpotensi penyandang disabilitas melalui seni dan kreativitas.
Tujuan dari workshop ini adalah untuk meningkatkan visibilitas dan penguatan citra Puka sebagai merek lokal yang memiliki misi sosial untuk memberdayakan individu dengan disabilitas melalui seni dan kerajinan tangan.
Selain itu, workshop ini bertujuan sebagaisarana edukatif yang memberikan kesempatan kepada publik untuk berpartisipasi dalam masalah lingkungan dan mendukung komunitas disabilitas.
Sebagai sponsor utama, Dust turut memberikan dukungan berupa goodie bag, material free pouch yang dibuat oleh team Puka, serta kontribusi dalam publikasi acara.
Kolaborasi inimenjadi bentuk nyata komitmen Dust terhadap keberlanjutan dan solidaritas sosial di industri kreatif.
Selama workshop, peserta dikenalkan dengan proses pembuatan plushie dari bahan kain perca yang telah disiapkan dalam bentuk kit.
Kit tersebut berisi potongan kain, beads sebagai hiasan, dan perlengkapan lain untuk merakit boneka.
Workshop dipandu oleh tiga mentor utama dari tim PUKA yang merupakan teman tuli (tunawicara), didampingi oleh dua mentor lainnya yang membantu menyampaikan instruksi melalui bahasa lisan.
Hal ini menjadipenegasan bahwa komunikasi lintas bahasa dan inklusivitas adalah nilai penting yang diusung dalam kegiatan ini.
Workshop berjalan dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Berikut beberapa kesan dan pesan yang mereka sampaikan:
“Seru banget dan seneng banget bisa dapat experience baru juga banyak hadiahnya!”
“SERUU BANGEETTT, really feels the warm from PUKA, DUST maupunkakak-kakak panitianya! Congrats kak sudah membuat acara seseru dan se-amazing ini!”
“Seru banget dengan acara pemberdayaan teman disabilitas ini dan ngasihkesempatan untuk aku dan teman-teman lain dalam berkreasi. Flow acaranyajuga seru, menarik, nggak bikin bingung, produknya juga lucu banget!”
Tak hanya Dust, beberapa sponsor lain turut mendukung jalannya acara, di antaranya:
Dukungan media partner juga menjadi bagian penting dalam menyukseskan acara ini.
Publikasi dilakukan bersama berbagai komunitas dan organisasi kampus maupun eksternal seperti:
Bukan hanya sekedar workshop, ini adalah sebuah perjalanan untuk menanamkan nilaikeberlanjutan dan harapan melalui kerja tangan kreatif.
Para peserta telah membuat boneka penuh makna dengan kain perca yang mungkin tidak berguna.
Plushie ini menunjukkan semangat kerja sama, kepedulian, dan cinta satu sama lain.
Acara ini berhasil membuktikan bahwa keterbatasan tidak menghalangi kreativitas dan inspirasi.
Harapannya, semangat iniakan berlanjut dan menginspirasi lebih banyak orang untuk melihat inklusivitas sebagai kekuatan dari pada kewajiban.
