PALEMBANG – Rombongan relawan gabungan Aksi Semangat Peduli berangkat dari Kota
Serang, Banten, pada Selasa (6/1/26).
Namun, perjalanan mereka terhambat pada Rabu (7/1/26) setelah kendaraan minibus jenis Elf yang ditumpangi relawan dihentikan di depan Terminal Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, Palembang.
Pengemudi kendaraan, Rizki Nur Habibi mengatakan, petugas yang tidak jelas itu meminta kelengkapan surat kendaraan.
SIM dan STNK dapat ditunjukkan, namun dokumen KIR fisik tertinggal.
Meski begitu, pihak relawan mengaku telah menunjukkan bukti KIR melalui foto dan panggilan video.
“Kami sudah jelaskan semuanya, termasuk tujuan membawa bantuan kemanusiaan ke Aceh. Tapi tetap dipersulit,” katanya seperti rilis yang diterima beritaind.com, Kamis (8/1/26).
Rizki mengatakan, oknum yang mencegatnya kemudian mengarahkan dirinya turun dan menuju sebuah warung di seberang jalan.
Di lokasi tersebut, ia mengaku diminta menyerahkan uang agar kendaraan bisa melanjutkan perjalanan.
“Di warung itu diminta kami diminta Rp100 ribu. Kami terpaksa memberi karena fokus kami hanya bagaimana bantuan bisa segera sampai ke Aceh,” ungkapnya.Dia menambahkan, sejumlah k
Kendaraan besar lain juga terlihat diberhentikan di lokasi yang sama.
Diketahui, kendaraan relawan baru memasuki wilayah Palembang setelah sebelumnya mengalami pecah ban saat melintas di jalan tol.
Diketahui bantuan yang dibawa relawan cukup besar, diantaranya 1.250 Alquran dan Iqra, 1.000 mukena, 1.000 sajadah, 1.000 peci, 1.000 baju koko.
