Tentu judul tersebut agak aneh dan out of the box. Masalahnya semua orang tahu bahwa masing-masing mempunyai pemilik.
Kepolisian itu milik Jokowi dan Kejaksaan milik Prabowo.
Perseteruan Polisi versus Kejaksaan adalah gambaran semakin berjaraknya Jokowi dengan Prabowo.
Korupsi memang menjadi isu, namun KPK saat ini tidak diperhitungkan.
KPK yang milik Jokowi sedang menepi.
Lalu dimana potensi Polisi versus Jokowi ? Ini dapat terjadi dalam kasus ijazah palsu.
Lho, bukankah Polisi itu memproteksi Jokowi dan Listyo Sigit Prabowo menjadi pelindung Joko Widodo ?
Ijazah palsu adalah karma bagi para pendusta dan neraka bagi perekayasa.
Luar biasa pengorbanan Polisi demi Jokowi.
Bukan basa-basi tetapi sarat akan bukti.
Bareskrim sudah menghentikan dumas TPUA dengan narasi ijazah identik.
Polda Metro melanjutkan operasi kriminalisasi dan sukses melimpahkan ke kejaksaan Roy Suryo dan Tifa Tifauzia.
Kejaksaan cepat juga melempar bola panas ke pengadilan.
Tifa bersidang dan Roy di pra peradilan.
Polisi masih menyimpan 3 bola yang lain.
Kearah mana bola akan ditendang tergantung pada perkembangan.
Kucuran dana Jokowi, pengaruh politik Jokowi, serta konsistensi Jokowi menjaga citra Polisi sangat menentukan masa depan.
Disinilah jalan itu mulai licin dan rawan.
Pra peradilan Roy Suryo dan Eksepsi dr Tifa menjadi taruhan.
Polisi akan dikorbankan oleh Jokowi atau masih mampu saling menjaga.
Naga-naganya Jokowi mencari jalan penyelamatan sendiri.
Artinya Polisi akan dilewat setelah Jokowi fokus bermain dalam proses peradilan.
Polisi akan dibiarkan padahal sudah babak belur membantu dan melindungi Jokowi.
Jokowi menghindar untuk hadir di persidangan takut cecaran dari pengacara yang bisa menggelincirkan.
Pembohong itu bakal sulit omong. Kesiapan hadir hanya sebuah pencitraan.
Andai pra-peradilan Roy menang dan eksepsi dr Tifa dikabulkan, maka bersoraklah Jokowi.
Proses dihentikan dan tidak ada persidangan lanjutan. Jokowi pun selamat.
Polisi bakal menjadi tumbal dari kesuksesan Jokowi. Relakah ? Tentu tidak.
Sudah harus berhadapan dengan Kejaksaan, kini dikhianati Jokowi.
Polisi dipaksa untuk bersikap dan segera berhitung.
Bisa-bisa akhirnya Jokowi ditinggalkan atau dilepas. Jokowi akan diperiksa Mabes Polri, bukankah ada Dumas yang dapat ditindaklanjuti ? Babak baru tengah menanti.
Semua pihak mulai merasa berat dan tidak nyaman lagi untuk menggendong Jokowi.
Presiden, UGM, Kepolisian, Kejaksaan, KPU, Partai Politik dan lainnya akan menjadikan penangkapan, penahanan, dan peradilan Jokowi sebagai solusi bagi penyelamatan diri dan negeri.
Ini akan diawali dengan Polisi versus Jokowi. Mustahil ? Ah tidak juga. Wallahu a’lam bishawab.
M Rizal Fadillah
Pemerhati Politik dan Kebangsaan
Redaktur: Abdul Halim
