“Semua teman yang Pak Aqua datangi termasuk saya, promosi. Mohon doa Pak Aqua agar kami dapat optimal melaksanakan seluruh amanah,” ujar Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tenggara Dr Abdul Qohar Affandi.
Selasa (14/4/26) lewat Whatsapp (WA) call saya komunikasi sama Dr Qohar.
Utamanya mengucapkan selamat atas promosi jabatannya sebagai Kajati Jawa Timur.
Pria rendah hati yang berasal dari Lamongan, Jawa Timur itu hanya sekira 8 bulan jadi Kajati Sultra.
Sebelumnya selama menjabat Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung mengungkap banyak kasus besar dan berhasil mengembalikan uang negara hingga triliunan rupiah.
Dr Qohar sangat bersyukur atas promosi jabatan tersebut.
Apalagi tugas di Jawa Timur yang merupakan kampungnya.
Berniat dan bertekad agar sukses melaksanakan semua amanah yang diberikan kepadanya.
“Insya Alloh kita bakal sering ketemu di Surabaya, Pak Aqua. Saya tunggu kedatangan Pak Aqua di sana,” lanjut bapak dua putri itu.
Mensyukuri Amanah Pimpinan
Selain Dr Qohar, banyak teman saya yang mendapat promosi. Mereka antara lain Kajati Riau Dr Sutikno yang promosi menjadi Kajati Jawa Barat.
Pria asal Tuban, Jawa Timur itu hanya sekira 5 bulan tugas di provinsi yang kaya minyak tersebut.
Rabu siang (1/4/26) untuk pertama kalinya saya komunikasi lewat WA dengan Dr Sutikno.
Ketika itu saya di mobil dalam perjalanan dari Padang ke Pasaman Barat.
Begitu menerima WA, mantan Direktur Penuntutan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung itu langsung telepon.
Saya sangat kaget dan sama sekali tidak menyangka.
Beberapa menit sebelumnya saya kirim WA ke Dr Sutikno.
Memperkenalkan diri sebagai teman Kajati Sulawesi Tenggara Dr Qohar. Menginfokan akan ke Pekanbaru.
Mohon waktu untuk silaturahim dan ingin banyak belajar kepada mantan Wakajati DKI Jakarta tersebut.
Kami yang belum pernah jumpa, ngobrolnya akrab sekali dan nyambung.
Dr Sutikno mempersilakan saya ke kantornya, Jalan. Jenderal Sudirman No. 375 Pekanbaru pada Kamis siang (2/4/26).
Saat pertama kali jumpa, Dr Sutikno dengan hangat dan ramah menyambut saya.
Kami langsung mendiskusikan beberapa topik yang sedang aktual secara nasional.
Kesan pertama saya komunikasi lewat telepon dengan pria yang bersikap terbuka itu positif sekali.
Saat ketemu lebih terkesan lagi terutama pada kebijakannya yang menjadikan kantor dan kediamannya di Pekanbaru sebagai “rumah rakyat”.
Dengan begitu masyarakat di provinsi itu merasa dekat dengan kejaksaan.
“Terima kasih banyak Pak Aqua untuk ucapan selamat dan doanya. Saya sangat mensyukuri semua amanah dari pimpinan. Sampai ketemu di Bandung,” ucap Dr Sutikno.
Ketika kami komunikasi lewat WA call saya sedang di rumah Bogor.
Sedangkan Dr Sutikno bersama ibu-ibu Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Kejati Riau sedang di mobil dari Pekanbaru menuju Bukittinggi.
Rencananya menginap semalam di Kota Jam Gadang itu. Ketemu dengan ibu-ibu Adhyaksa Dharmakarini Kejati Sumatera Barat.
Menunggu di Makassar
Teman saya lainnya yang mendapat promosi adalah Sila Haholongan Pulungan. Dari Kajati Bangka Belitung menjadi Kajati Sulawesi Selatan.
Selasa pagi saya komunikasi lewat WA call sama Sila. Menyampaikan selamat atas promosinya ke Sulawesi Selatan.
“Terima kasih banyak Pak Aqua. Saya tunggu kedatangan bapak di Makassar,” ujarnya ramah.
Saya pertama kali ketemu Sila pada Rabu siang (23/7/25) di kantornya di Pangkalpinang.
Hari itu pria ramah tersebut genap seminggu menjabat Kajati Bangka Belitung.
Sekira 3 bulan kemudian, tepatnya Kamis pagi (2/10/25) Sila mengundang saya untuk melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi di acara Ibu-Ibu Adhyaksa Dharmakarini Kejati Bangka Belitung.
Selain Sila, hadir di acara itu istrinya Beauty Dolores Siahaan yang akrab dipanggil Oyes. Juga tujuh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari).
Doa Ibunda
Kajati Sumatera Barat Muhibuddin promosi jadi Kajati Sumatera Utara. Saya meyakini amanah itu salah satunya adalah doa dari ibundanya yang tinggal di Medan.
Senin siang (30/3/26) saya silaturahim dan belajar banyak kepada Muhibuddin. Kami ketemu sekira 4 jam di Kejati Sumatera Barat, Jalan. Raden Saleh No. 4 Padang.
Asisten Pembinaan Kejati Sumbar M. Haris Hasbullah mendampinginya.
Mantan Atase Hukum Kedutaan Besar Republik Indonesia Riyadh, Arab Saudi itu, saat azan, spontan mengajak saya salat zuhur di masjid Al Mizan di kantornya. Muhibuddin jadi imamnya.
Selesai salat ia mendatangi jajarannya di ruangan masing-masing.
Mengingatkan untuk menghentikan aktivitas begitu azan guna melaksanakan salat berjamaah di masjid.
Saat diskusi, saya merasakan menonjol dan mendalam sekali pengetahuan Muhibuddin tentang agama.
Ia konsisten melaksanakannya, sesuai ilmu yang diperolehnya selama 4 tahun belajar di Pondok Modern Darussalam Gontor Kabupaten Ponorogo.
Selama bersama Pak Muhibuddin, saya merasakan banyak keteladanan beliau. Semuanya sangat bermanfaat buat saya.
Janji Ketemu di Jakarta
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Dr Didik Farkhan Alisyahdi mendapat promosi menjadi Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung.
Setelah sekira 5 bulan bertugas di provinsi itu.
“Alhamdulillah saya dapat amanah sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung. Insya Alloh nanti sore ke Jakarta,” ujar Didik.
Selasa pagi saya sengaja telepon putra Bojonegoro, Jawa Timur itu. Mengucapkan selamat atas promosi tersebut.
Sebelumnya di awal Ramadan, selama dua hari berturut-turut, Selasa dan Rabu (3-4/3/26) kami intens ngobrol di kantor Dr Didik, Jalan. Urip Sumoharjo Km 4 No. 244 Makassar.
Sekira lima jam diskusi ngobrolnya akrab sekali.
Membicarakan banyak hal termasuk cerita pengalaman masa lalu saat pernah sama-sama jadi wartawan di Grup Jawa Pos.
Seminggu setelah pertemuan itu, Rabu siang (11/3/26) bersama Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto saya ziarah ke makam Chozin Mabruri dan Asri’ah di komplek pemakaman Sumbertlaseh Desa Sumber Tlaseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Keduanya adalah orangtua Dr Didik Farkhan Alisyahdi.
Saya kagum sama Dr Didik, sehingga saat ketemu di kantornya di Makassar, langsung memutuskan mempriotaskan ke Bojonegoro.
Tujuannya ziarah ke makam orangtua mantan Kajati Banten itu.
Pengalaman saya selama ini, jika melihat orang-orang yang memiliki kelebihan, memastikan orangtua hebat. Berhasil mendidik anak-anaknya.
Dr Didik tujuh bersaudara. Ia anak nomor tiga. Enam saudaranya semuanya sarjana dan sukses di karier masing-masing termasuk kakaknya nomor dua Dra Nurul Azizah, MM, yang menjabat Wakil Bupati Bojonegoro.
Rincian anak almarhum Chozin Mabruri dan almarhumah Asri’ah sebagai berikut:
Hamida Hayati, SE, Dra Nurul Azizah, MM, Dr Didik Farhan Alisyahdi, SH, MH, Ir Elfia Nuraini, SPt,MP, dr Ulfa kholili, SpPD-KGEH, FINASIM, Erna zulaikhah, ST, MM, dan Helmi Ali Fikri, S.STP.MM.
“Sampai ketemu di Jakarta Pak Aqua. Kita melanjutkan silaturahim,” kata Dr Didik.
Doakan dan Dukung Penuh
Teman saya lainnya yang juga promosi adalah Agus Sahat Sampe Tua Lumban Gaol. Dari Kajati Jawa Timur menjadi Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung.
Senin siang (9/3/26) saya silaturahim ke Agus di kantornya Jl. Ahmad Yani No.166-168 Surabaya.
Ia didampingi Asisten Pembinaan Silvia Desty Rosalina.
Kami baru pertama kali ketemu, langsung akrab. Komunikasinya nyambung.
Niat saya ingin banyak belajar kepada mantan Kajati Kalimantan Tengah tersebut.
Kami mendiskusikan berbagai hal yang aktual termasuk tentang kejaksaan. Saya menyimak dengan serius dan sangat menikmati ngobrol sama Agus.
Selama diskusi saya banyak belajar kepada Agus. Pria berkarakter yang rendah hati tersebut bicaranya terbuka dan apa adanya.
Agus mempersilakan saya silaturahim ke 39 Kepala Kejaksaan Negeri di Jatim.
Sekaligus juga banyak belajar kepada mereka serta melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi dengan jajaran mereka.
Saya mendoakan dan mendukung penuh semua teman yang promosi Kajati dan Sekretaris Jaksa Agung Muda.
Saya yakin mereka sukses melaksanakan seluruh amanah yang diberikan ke mereka. Aamiin ya robbal aalamiin.
Dr Aqua Dwipayana
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional
