Home Berita Menuju Countdown 100 CTFP, Mendunia Tanpa Unsur Komersial

Menuju Countdown 100 CTFP, Mendunia Tanpa Unsur Komersial

by Slyika

BERITAIND.COM, JAKARTA – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun 100 CTFP (100 Celebrities Talk for Para Athletes) 2026, Natalia Tjahja mengungkapkan rasa syukur kepada tuhan atas perjalanan sebuah gerakan kemanusiaan yang lahir dari keyakinan bahwa sebuah pesan sederhana mampu menghadirkan harapan bagi para atlet paralimpik di seluruh dunia.

Digagas Natalia Tjahja, pendiri Maria Monique Last Wish Foundation (MMLWF), 100 CTFP menghadirkan pesan-pesan inspiratif dari para pemimpin dunia, tokoh olahraga, seniman, akademisi, pelaku bisnis, hingga figur publik internasional.

Seluruh pesan tersebut dikemas dalam Kartu 100 CTFP dan dipersembahkan secara khusus bagi para atlet paralimpik sebagai simbol dukungan, penghormatan, dan semangat.

Hingga saat ini, gerakan tersebut telah menghimpun 637 tokoh dunia dari berbagai negara.

Babak baru perjalanan 100 CTFP dimulai melalui peluncuran resminya di Ital Auto Singapore, hasil kolaborasi bersama ASEAN Para Sports Federation (APSF), National Paralympic Committee (NPC) Singapore, Singapore Disability Sports Council (SDSC), Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura, serta Ferrari Owners’ Club Singapore.

Peluncuran tersebut dihadiri dan dibuka oleh Natalia Tjahja bersama Mayor Jenderal Wandee Tosuwan (Royal Thai Army), H.E. Suryo Pratomo (Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura), Dr. Teo Koh Sock Miang (Presiden NPC Singapore), Leslie Lee (Sekretaris Jenderal NPC Singapore), Kelly Fan (Executive Director SDSC), jajaran Ital Auto, Ferrari Owners’ Club Singapore, serta 14 atlet nasional para Singapura.

Sebagai simbol dimulainya gerakan global tersebut, 100 CTFP diluncurkan melalui tiga pesan inspiratif dari Andrew Parsons, Presiden International Paralympic Committee (IPC):

‘Ada kekuatan dalam perbedaan’.

‘Keberagaman adalah fakta, inklusi adalah pilihan’.

‘Pertandingan Paralimpiade adalah ajang olahraga yang membawa transformasi di muka bumi’.

Andrew Parsons menjadi Lead Key Figure 100 CTFP, didampingi para Key Figures 100 CTFP yang terdiri atas Majid Rashed (Presiden Asian Paralympic Committee), Tarek Souei (CEO Asian Paralympic Committee), HRH Euphelma Choden Wangchuck (Presiden NPC Bhutan), Naiyanobh Bhirombhakdi (Presiden NPC Thailand), Raja Sapta Oktohari (Presiden NOC Indonesia), Dr. Teo Koh Sock Miang (Presiden NPC Singapore), Mayor Jenderal Wandee Tosuwan (Royal Thai Army), Deepa Malik (Former President NPC India), Nandhamalee Bhirombhakdi (Managing Director Cavallino Motors Ferrari Thailand), dan Leslie Lee (Sekretaris Jenderal NPC Singapore).

Untuk tahun 2026, Mayor Jenderal Wandee Tosuwan ditetapkan sebagai Sports Leader 100 CTFP ASEAN 2026, sementara Raja Sapta Oktohari menerima penghargaan Sports Leader 100 CTFP Indonesia 2026.

Di kategori kepemimpinan perempuan dan generasi muda, Jenny O dinobatkan sebagai Women of Influence 100 CTFP ASEAN 2026, Sylvia Hendarto sebagai Lead Women of Influence 100 CTFP Indonesia 2026, serta Alessandra Gianetto sebagai Children Inspiration Leader 100 CTFP World 2026.

Momentum berikutnya hadir pada 31 Januari 2026, ketika International Charity Concert 100 CTFP digelar di Jakarta sebagai bentuk apresiasi kepada 27 tokoh Indonesia dalam berbagai kategori, mulai dari Business Leader, Youth Leader, Music Maestro, Women of Influence, Legendary Vocalist, Hospitality Leader, Sports Leader, Friend of Advocacy, hingga Film Personality.

Konser internasional tersebut dibuka melalui tiga pesan dari Majid Rashed, Presiden Asian Paralympic Committee:

‘Para atlet kami adalah tulang punggung gerakan Paralimpiade’.

‘Memberdayakan atlet bukan sekadar visi kami, melainkan janji kami untuk masa depan’.

‘Kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari medali, tetapi juga dari sistem yang kita bangun bersama, karena bersama-sama kita lebih kuat’.

Seiring perkembangannya, 100 CTFP telah menghimpun dukungan dari berbagai tokoh dunia, di antaranya Andrew Parsons, Majid Rashed, Tarek Souei, Raja Sapta Oktohari, Mayor Jenderal Wandee Tosuwan, Dr. Teo Koh Sock Miang, Deepa Malik, HRH Euphelma Choden Wangchuck, Naiyanobh Bhirombhakdi, Ali Yusri Bin Abdul Ghafor, Leslie Lee, Kelly Fan, Nandhamalee Bhirombhakdi, Siti Marifah Ma’ruf Amin, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkoenegoro X, Fryda Lucyana, Ahmad Rusdi, Bhre,Harnoto Darsono, Dwiki Dharmawan, Rueibin Chen, Boy Band CMDM, David Shin, Ita Purnamasari, Dr. Asok Kurup, Muh. Jufri Sakka, Sameer Rawat, Kazuhiro Seto, Preeti Jhangiani, Marcelino Lefrandt, Rina Damayanti, Jenny O, Maki Starfield, Eva Petropoulou Lianou, Aizu Taro, Hikaru Tanimoto, Didi Budiardjo, Sylvia Hendarto,Yuliana Marta Doky, Rita Pusponegoro, Anita Rusdi, Yukina Mebuki, Alessandra Gianetto, Elly Rinawati, dan masih banyak tokoh lainnya.

Natalia Tjahja juga menyampaikan apresiasi kepada Sari Pacific Jakarta Autograph Collection serta tim inti International Charity Concert 100 CTFP, yaitu Dwiki Dharmawan, Ita Purnamasari, Andrigo, Yoan, Moreno, Gwen, Julius Wijaya (Nagaswara), Mepi Lin, Endah Fajar, Christian Kertawiguna, Ricardo Ryo, Ari, Jose, Paula Meliana, Saurma Siahaan, dan Nisa Sakera atas dedikasi mereka menyukseskan penyelenggaraan konser amal internasional tersebut.

“Terima kasih tuhan. 100 CTFP telah bertumbuh menjadi sebuah gerakan charity global yang menyatukan berbagai bangsa, budaya, dan profesi dalam satu tujuan kemanusiaan tanpa unsur komersial. Bagi saya, inilah makna sesungguhnya dari sebuah warisan untuk dunia,” pungkas Natalia.

You may also like

Leave a Comment