BERITAIND.COM, JAKARTA – Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai turnamen bergengsi yang menghadirkan kualitas dan rivalitas sepak bola terbaik di kawasan Asia Tenggara.
Menurut Erick, besarnya perhatian FIFA terhadap turnamen perdana ini menjadi salah satu indikator penting bahwa FIFA ASEAN Cup memiliki posisi strategis dalam pengembangan sepak bola di kawasan.
“FIFA ASEAN Cup adalah turnamen yang bergengsi. Kita bisa melihat langsung bagaimana FIFA memberikan perhatian besar terhadap FIFA ASEAN Cup. Sekretaris Jenderal FIFA hadir pada pembukaan di Jakarta, dan pada pertandingan final nanti Presiden FIFA juga akan hadir menyaksikan langsung partai puncak,” ujar Erick Thohir.
Erick menilai perhatian FIFA tersebut sejalan dengan kualitas pertandingan yang ditampilkan negara-negara peserta.
“Yang menarik, negara-negara peserta juga datang dengan kekuatan terbaiknya. Karena turnamen ini berada dalam kalender pertandingan internasional, para pemain terbaik memiliki kesempatan untuk memperkuat negaranya. Jadi kualitas pertandingannya memang sangat kompetitif,” kata Erick.
Erick juga menyoroti laga-laga besar berikutnya yang akan semakin memperlihatkan ketatnya persaingan di Grup B maupun Grup A.
Namun, perhatian terbesar publik Indonesia kini tertuju pada pertandingan Indonesia menghadapi Malaysia di SUGBK, Senin (28/9) malam.
Erick menilai laga Indonesia kontra Malaysia memiliki nilai tersendiri karena kedua negara memiliki sejarah rivalitas sepak bola yang kuat.
Terlebih lagi, kedua tim sama-sama mengawali FIFA ASEAN Cup dengan kemenangan.
“Indonesia melawan Malaysia tentu menjadi pertandingan yang sangat menarik. Ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga pertandingan dengan sejarah rivalitas yang panjang. Kedua tim sama-sama menang pada pertandingan pertama, jadi saya yakin pertandingan akan berlangsung sangat kompetitif,” ujar Erick.
Malaysia mengawali FIFA ASEAN Cup dengan kemenangan 3-0 atas Bangladesh.
Dalam pertandingan tersebut, Bergson da Silva, pemain kelahiran Brasil yang baru dinaturalisasi Malaysia, langsung mencetak gol pada debutnya.
Selain Bergson, Malaysia juga membawa Manuel Hidalgo dan Brad Tapp, yang merupakan pemain naturalisasi baru, dalam skuad 23 pemain mereka untuk FIFA ASEAN Cup 2026.
“Malaysia datang dengan skuad yang kuat. Mereka juga membawa pemain-pemain naturalisasi yang baru dan langsung memberikan tambahan kualitas. Kita harus menghormati kekuatan Malaysia, tetapi pada saat yang sama kita harus percaya dengan kekuatan tim kita sendiri,” kata Erick.
Karena itu, Erick meminta seluruh pemain Timnas Indonesia untuk tampil dengan konsentrasi penuh, disiplin dan semangat juang tinggi ketika menghadapi Malaysia.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bermain sebagai satu tim. Kita sudah memulai turnamen dengan baik, tetapi perjalanan masih panjang. Malaysia adalah tantangan berikutnya dan kita harus memberikan yang terbaik di lapangan,” ujarnya.
Erick juga mengajak masyarakat Indonesia memenuhi SUGBK dan memberikan dukungan positif kepada Timnas Indonesia.
“Kita ingin SUGBK menjadi rumah yang memberikan semangat kepada para pemain untuk berjuang maksimal,” tutur Erick.
