BERITAIND.COM, TANJABTIM – Kredibilitas Direktur Utama RSUD Nurdin Hamzah Tanjung Jabung Timur, drg. Darwin Salim, M.S., kini dipertanyakan tajam oleh berbagai kalangan.
Sorotan mengarah pada pengelolaan anggaran rumah sakit, terutama pelaksanaan kegiatan fisik pembangunan di mana beliau sekaligus menjabat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).
Pertanyaan publik muncul menyusul sikap tertutup dan dugaan penolakan konfirmasi yang ditunjukkan dirut saat awak media berupaya mencari kejelasan terkait proyek pembangunan Gedung Catlhab dengan nilai kontrak mencapai Rp1.680.626.000 yang dikerjakan oleh CV Sinar Tungkal.
Karena bertindak langsung sebagai KPA, tanggung jawab penuh atas perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban keuangan kegiatan tersebut berada di bawah kendali dirut.
Ketidakmampuan atau ketidaksediaan memberikan penjelasan transparan justru memunculkan keraguan mendalam.
Ketika ditanya soal penggunaan uang rakyat, pimpinan lembaga publik harus siap menjelaskan secara terbuka.
Menghindar bukan jawaban, Semakin ditutupi, semakin besar keraguan dan dugaan bahwa ada hal yang tidak ingin diketahui publik.
Kredibilitas seorang pemimpin lembaga publik dinilai dari keterbukaan, akuntabilitas, dan kesediaan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Sikap antipati terhadap media justru memperkuat dugaan adanya ketidaksesuaian dalam pengelolaan anggaran.
Terutama soal kegiatan fisik yang lagi dikerjakan saat ini menjadi sorotan.
Mengapa pimpinan yang memegang wewenang langsung enggan memberikan data sederhana yang menjadi hak publik?
Kita berharap ini menjadi perhatian Bupati Tanjung Jabung Timur selaku pemegang kekuasaan tertinggi di Daerah, kenapa seorang direktur RSUD tidak komonikatif, ini soal etika, belum lagi soal yang lain-lain kita sorot, perlu pembenahan untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan RSUD Nurdin Hamzah di bawah pimpinan Drg. Darwin Salim, M.S.
Kredibilitas yang runtuh sulit dibangun kembali. Langkah terbaik adalah terbuka, jujur, dan siap diperiksa.
Itulah hakikat pelayanan publik, bukan merasa berkuasa, akan tetapi merasa bertanggung jawab.
Hingga opini ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi yang memuaskan dari pihak Dirut RSUD Nurdin Hamzah terkait pengelolaan anggaran dan kegiatan fisik tersebut.
Awak media akan terus memantau perkembangan ini demi kepentingan publik.
