Home Opini Al Batul

Al Batul

by Slyika

Al Batul (Wanita yang tak pernah haid/suci), satu dari sekian predikat yang disandang putri cantik Nabi Besar Muhammad SAW, Sayidatina Siti Fatimah Radiyalahu’anha/R.A (Semoga Allah SWT meridhoi beliau).

DIBALIK rangkaian monumental Peristiwa Isra’ Mi’raj, ada sisi yang menarik untuk ditelaah secara ringan, tetapi syarat makna dan sejarah.

SETELAH kematian Abu Thalib (Paman Rasulullah SAW) dan istri Rasulullah SAW, Sayidatina Siti Khadijah Al Kubro, R.A, meninggalkan kegelisahan yang luar biasa bagi Rasulullah SAW.

Yang kemudian, Allah SWT “menghadiahi” perjalanan spiritual spektakuler dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, dilanjutkan ke Sidratul Muntaha.

SETELAH wafat ibunda tercintanya, Sayidatina Siti Khadijah, “tugas” Siti Fatimah pun bertambah. Namun, tak masalah bagi anak sholehah dan yang sangat mencintainya ayahnya, Rasulullah SAW.

BELIAU mengambil posisi sebagai pengganti ibunya. Maka Siti Fatimah juga dijuluki Ummu Abiha (Ibu bagi ayahnya).

HEBATNYA, beliau bukan hanya melayani semua keperluan ayahnya, tetapi juga sekaligus “pembela” ayahnya di luar rumah, tentu dengan caranya sendiri, sebagai wanita yang belum dewasa.

BELIAU kerap kali bersama Rasulullah SAW, ikut berdakwah. Terlebih, setelah Rasulullah SAW mendapat perintah sholat lima waktu, perlawanan dari Kaum Quraisy makin gencar dan frontal.

DALAM Manaqib Sayidatina Siti Fatimah, dijelaskan, beliau kerap menyaksikan ayahnya ketika didzalimi Kaum Quraisy. Saat sedang sujud, datang Uqbah bin Abi Mu’ait, beserta teman-temannya, mendekati Rasulullah SAW.

UQBAH menginjakkan kakinya di atas kepala Rasulullah SAW, kemudian menarik leher dan mencekiknya dengan sangat keras sehingga mata Rasulullah SAW, menonjol keluar.

SITI Fatimah hanya bisa melihat, diiringi derai air mata sambil berdoa kepada Allah SWT. Gadis kecil nan baik itu pun bergegas menolong ayahnya dan membawa pulang.

TANPA SUNGKAN, beliau juga membersihkan baju Rasulullah SAW saat dilempari kotoran dan terdapat bercak darah onta. Aksi kejam lainnya, termasuk caci dan maki, juga sering dilihatnya.

RASULULLAH SAW memang dijadikan Allah SWT sebagai figur MANUSIA CONTOH. Dakwahnya dilakukan dengan akhlak (adab). Menggunakan kata-kata lembut, disertai kesabaran dan keikhlasan, pun tanpa perlawanan.

KETIKA pulang, tak jarang, ayah dan anaknya menangis berdua, seraya berpelukan. Rasulullah terus meyakinkan kepada puteri tercintanya, “Jangan bersedih, Allah SWT pasti menjaga ayahmu,” katanya dalam artian bebas.

DI ANTARA anak-anak lainnya, Siti Fatimah merupakan putri yang paling mirip Rasulullah SAW, selain dari cucunya Sayidina Hasan Bin Ali, R.A. Mulai dari wajahnya, gaya bicaranya, duduknya, berdirinya, jalannya, dan lain lainnya. Sekaligus, satu-satunya yang dianugerahi usia panjang oleh Allah SWT, daripada anak lainnya.

HINGGA besar, kehidupan Siti Fatimah memang selalu diselimuti ujian kehidupan berat yang luar biasa, sama seperti ayahnya. Namun, jika untuk kebahagiaan dan kebutuhan orang lain, beliau akan berusaha memenuhinya. Masya Allah.

PADA 20 Jumadil Akhir (Medio Januari/Februari 2021), adalah kelahiran beliau, dan wafat pada 13 Ramadhan. Dilahirkan di Mekah dan dimakamkan di Jannatul Baqi, Madinah atau sebelah Utara makam ayahandanya, Rasulullah SAW.

ENTAH sengaja atau tidak, bersamaan dengan kelahirannya, di jagat media sosial (medsos), viral qosidah berjudul Al Batul, sejak beberapa bulan terakhir. Semoga, kisah Al Batul (Sayidatina Siti Fatimah, R.A) menginspirasi iman dan takwa, serta perjuangan seorang anak yang mencintai orangtuanya.

Tentu, harapan kita bersama, memberkahi bagi anak-anak zaman sekarang, terutama kaum hawa. Aaamiiin YRA. Mohon maaf lahir bathin. Wallahu’alam.

Nurcholis Qadafi
Wartawan Senior, Penceramah dan Usahawan

You may also like

Leave a Comment