Kelestarian alam terjaga dan lingkungan kerja yang bersih menjadi keunggulan tersendiri bagi PT Sang Hyang Seri yang terletak di Kecamatan Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Mulai dari awal memasuki pintu gerbang, hamparan pepohonan hijau terlihat sepanjang mata memandang. Perusahaan yang berdisi sejak tahun 1924 itu memiliki lahan seluas 3.200 hekatare (ha).
Namun, siapa mengira kalau perusahaan yang dikenal dengan benih padi dan beras berkualitas ini juga memiliki situs sejarah peninggalan Belanda.
Buktinya, tampak sejumlah bangunan pabrik dan cerobong asap yang dibangun sejak 1924 itu masih berdiri tegak dalam kondisi terawat.
“Semua bangunan pabrik yang berdiri sejak 1924 di area PT Sang Hayang Seri Subang ini kondisinya masih terawat dan layaknya meseum karena keberadaannya benar-benar dijaga (dirawat) oleh manajemen,” tutur Zulham Efendi selaku Humas PT Sang Hyang Seri kepada beritaind, Jumat (12/11/2021).
Zulham mengatakan, semua bangunan bersejarah itu sengaja dirawat sebagai bukti PT Sang Hyang Seri konsen menjaga warisan bangsa Indonesia, khususnya di wilayah Subang, Jawa Barat.
Adapun bangunan yang tampak terawat diantaranya cerobong asap yang sebangun sejak tahun 1924, bangunan pabrik tapioka dan bangunan pakrik es yang berdiri sejak 1924.
“Tidak mudah memang merawatnya, tapi kami terus berusaha maksimal agar bangunan-bangunan bersejarah ini tetap kokoh berdiri agar bisa menjadi warisan budaya dan sejarah sampai kapanpun,” tandasnya. (boy iskand)
Buktinya, tampak sejumlah bangunan pabrik dan cerobong asap yang dibangun sejak 1924 itu masih berdiri tegak dalam kondisi terawat.
“Semua bangunan pabrik yang berdiri sejak 1924 di area PT Sang Hayang Seri Subang ini kondisinya masih terawat dan layaknya meseum karena keberadaannya benar-benar dijaga (dirawat) oleh manajemen,” tutur Zulham Efendi selaku Humas PT Sang Hyang Seri kepada beritaind, Jumat (12/11/2021).
Zulham mengatakan, semua bangunan bersejarah itu sengaja dirawat sebagai bukti PT Sang Hyang Seri konsen menjaga warisan bangsa Indonesia, khususnya di wilayah Subang, Jawa Barat.
Adapun bangunan yang tampak terawat diantaranya cerobong asap yang sebangun sejak tahun 1924, bangunan pabrik tapioka dan bangunan pakrik es yang berdiri sejak 1924.
“Tidak mudah memang merawatnya, tapi kami terus berusaha maksimal agar bangunan-bangunan bersejarah ini tetap kokoh berdiri agar bisa menjadi warisan budaya dan sejarah sampai kapanpun,” tandasnya. (boy iskand)
You Might Be Interested In
- Penghujung 2023, Band Bahasa Bunyi Optimistis Luncurkan Single ‘Dua jiwa’
- Sarat Nuansa Timur Tengah, Wali Tampil Menakjubkan di Single ‘Fatimah’
- Dilantik Jadi Ketua Bidang Hukum dan Perundang-undangan KKIP, Maruli Tampubolon : Ini Tugas Terhormat
- Jevin Julian Gandeng Kara Chenoa di Lagu ‘The a.m Flow’
- Warkop YOU Hadir di Pematang Siantar, Nikmati Kopi Dengan Suasana Tenang dan Tiupan Angin Sepoi-Sepoi
- The Panasdalam Bank Kembali dengan Mini Album Yes I Am
