Bagi peyayang binatang, memiliki hewan peliharaan tentu menjadi sesuatu yang menyenangkan. Saat ini, kucing menjadi salah satu binatang peliharaan favorit yang diminati banyak orang. Karakternya yang manja, setia, pintar dan aktif membuat banyak orang tertarik menjadikan kucing sebagai teman bermain di rumah.
Banyak yang menyangka kucing hanya dapat bertahan hidup selama beberapa tahun saja. Walaupun umur dan maut hanya Tuhan saja yang tau, nyatanya hewan nokturnal ini terbukti mampu berumur panjang dan mampu mendampingi pemiliknya hingga belasan tahun lamanya. Tapi ada beberapa syarat yang harus kamu penuhi. Simak ya!
1. Biasakan Hidup di Dalam Ruangan
Kucing jenis indoor yang diberikan perawatan maksimal cenderung lebih bisa bertahan hidup dan memiliki kualitas kesehatan yang baik jika dibandingkan dengan kucing liar yang hidup di jalanan. Kucing yang sudah dipelihara dari kecil biasanya akan lebih betah berada di dalam rumah dan tidak terlalu antusias berkeliaran di luar rumah. Supaya tidak bosan dan jenuh, sesekali boleh mengajak kucing jalan-jalan keluar rumah menggunakan harness.

2. Jaga Kebersihan Cat Room dan Peralatan Kucing
Untuk meminimalisir perkembangan bakteri, penting untuk selalu memperhatikan kebersihan tempat tinggal kucing serta peralatan yang digunakan kucing sehari-hari seperti litter box, serokan pasir, sisir, wadah makan dan minum. Jangan malas, segera bersihkan kotoran kucing untuk menghindari bakteri berkembang biak. Cuci bersih litter box dan perkakas makan minum minimal dua kali sehari.
3. Berikan Makanan yang Sesuai
Di setiap kemasan makanan kucing (dry food) biasanya sudah diberikan keterangan, untuk usia kitten (anak-anak), adult (dewasa), semua usia (all stages), induk hamil atau menyusui. Sebagai selingan supaya tidak bosan, berikan cemilan berupa makanan hasil olahan sendiri (home made) yang tinggi serat seperti ayam, ikan dan daging yang dicampur dengan tempe dan sayuran. Biasanya kucing akan sangat antusias dengan aromanya yang menggoda.
4. Waspada Dehidrasi
Siapkan air minum matang di dalam wadah atau botol gantung. Jangan sampai kucing meminum air genangan karena bisa memicu diare. Waspada penyakit infeksi saluran kemih dan batu ginjal, terutama pada kucing persia. Memberikan makanan basah juga bisa kamu lakukan untuk mencegah dehidrasi karena 60% wet food mengandung air.
5. Hindari Obesitas
Sama seperti manusia, kucing yang mengalami obesitas rentan terkena penyakit dan bisa memicu gangguan penyakit kronis. Berikan makanan secukupnya, sesuai porsi dan atur jadwal pemberian makan. Hindari memberikan makanan terlalu sering karena pada dasarnya kucing memiliki saluran pencernaan yang pendek sehingga pemberian makanan yang kelewat banyak justru hanya akan menumpuk di dalam pencernaan dan memperlambat proses metabolisme.

Foto/Facebook
6. Berikan Multivitamin
Tidak cuma ketika sakit saja, pemberian vitamin di kala sehat juga dapat mendongkrak imun. Jenis multivitamin yang dijual di pasaran ada yang berupa serbuk dan cairan. Pastikan dosis yang diberikan sesuai dengan berat badan kucing ya. Vitamin yang diberikan bermacam-macam, mulai dari vitamin bulu dan kulit, mata, penambah nafsu makan dan lainnya.
7. Vaksin Secara Teratur
Seringkali banyak pemilik kucing mengabaikan pemberian vaksin dan mengganggapnya tidak penting. Padahal jika diberikan vaksin secara teratur, kucing kesayangan bisa memiliki potensi lebih besar untuk terhindar dari serangan virus mematikan seperti Feline Panleukopenia, Calici dan Distemper. Jika benar-benar sayang terhadap hewan peliharaan kita, jangan lupa pantau jadwal rutin vaksinnya ya.
8. Asah Naluri
Naluri alami kucing dari nenek moyangnya adalah hewan pemburu. Kucing peliharaan tentunya tidak perlu bersusah payah berburu makanan. Namun supaya naluri alaminya tidak hilang, ajaklah kucing bermain dengan permainan atraktif agar tetap aktif dan lincah. Menyediakan cat condo di rumah juga bisa melatih kucing mempertahankan postur dan otot-otot tubuhnya.
9. Cegah Hairball
Pada dasarnya kucing hewan pembersih dan rutin menggrooming dirinya sendiri melalui jilatan. Namun, bulu-bulu mati yang ikut tertelan bisa menjadikan kucing hairball (muntah bulu). Hairball dalam beberapa kasus bisa menyumbat saluran pernafasan dan mengalami gangguan pencernaan. Untuk menghindari hairball, ada baiknya mandikan kucing secara rutin supaya kesehatan kulitnya terjaga dan teratur menyisir bulu kucing agar bulu-bulu mati tidak ikut tertelan.

10. Jangan Lupa Merawat Gigi Kucing
Sariawan, gigi berkarang dan gangguan masalah kesehatan mulut bisa membuat nafsu makan kucing menurun bahkan melakukan aksi mogok makan. Kalau biasa memandikan kucing sendiri dan bukan di petshop maka biasakan untuk menyikat giginya. Kalau gigi-gigi kucing masih bagus dan utuh, otomatis selera makannya akan tetap normal seperti biasa.
11. Berantas Cacing dan Kutu Secara Rutin
Cacing adalah salah satu parasit menyebalkan yang bisa menurunkan kualitas kesehatan kucing karena bisa menyerap nutrisi dalam tubuh kucing. Disarankan rutin memberi obat cacing rutin setiap 3 bulan sekali. Kalau kesehatan kucing terjaga dengan baik, otomatis memiliki peluang untuk hidup lebih panjang.
Kutu yang menghisap darah dari tubuh kucing akan membuat kulit kucing gatal akhirnya bisa timbul luka akibat garukan. Hati-hati, luka ini juga bisa memicu timbulnya jamur. Sebelum berimbas kemana-mana, kalau melihat sosok makhluk kecil lari-lari di antara bulu kucing, segera beri obat tetes pembasmi kutu.
12. Kontrol ke Dokter Hewan
Walaupun tidak sedang dalam kondisi sakit, tapi kucing kesayangan sebaiknya dibawa kontrol ke dokter hewan setiap 6 bulan sekali untuk memantau kesehatannya. Dokter akan memeriksa berat badan, suhu tubuh, juga kesehatan telinga, mulut dan kulit. (slyika)

