Hidup makin terasa sulit. Banyak orang dari waktu ke waktu semakin putus asa. Menanggung beban yang kian berat. Entah sampai kapan kondisi ini terjadi.
Itulah realita yang sedang terjadi. Setiap hari selalu ada orang yang menyampaikan curahan hati (curhat)nya.
Mereka membanding-bandingkan dengan kondisi beberapa tahun lalu yang katanya lebih enak.
Mereka yang tidak mempunyai penghasilan tetap semakin kesulitan mencari uang.
Padahal mereka sangat membutuhkannya untuk memenuhi hal yang mendasar yakni membeli makanan buat dirinya dan keluarga.
Belum lagi kebutuhan yang lain. Di antaranya membayar biaya kontrak rumah, transportasi, buat sekolah anak-anak dan lainnya.
Tidak hanya itu. Harga berbagai kebutuhan pokok meningkat drastis.
Dampak dari kondisi global terutama akibat perang Iran versus Amerika dan Israel.
Setiap hari mereka terus berusaha. Berjuang mencari nafkah buat keluarganya.
Ada yang berhasil. Tidak sedikit yang gagal.
Saat hari ini berhasil mendapatkan rezeki, penderitaan mereka belum berakhir.
Harus berjuang di hari-hari berikutnya.
Berusaha memperoleh rezeki untuk menghidupi dirinya dan keluarganya di hari yang sama.
Untuk menghibur diri mereka, ada yang mencoba meyakini pesan yang sering mereka dengar.
“Tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan manusia.”
Jangan Mengeluh
Bagaimana menyikapi kondisi ini? Apa hal terbaik yang harus dilakukan? Apakah harus pasrah atau terus berjuang?
Sederetan pertanyaan muncul pada diri orang yang menghadapi kesulitan hidup?
Dalam kondisi sulit bahkan ada yang nyaris putus asa, mereka berharap mendapat secercah harapan.
Sikap terbaik yang perlu dilakukan adalah ikhlas menerimanya.
Jangan mengeluh apalagi sampai menyalah-nyalahkan pihak tertentu yang belum tentu kebenarannya.
Jadi melokalisir masalahnya. Mencari solusi terbaik untuk mengatasinya.
Lakukan konsolidasi keluarga. Semuanya bicara terbuka dan apa adanya.
Kemudian menyimak masukan dari setiap orang untuk mendapatkan solusi terbaik.
Hargai seluruh usulan, sekecil apa pun itu.
Saat berkumpul harus saling menguatkan, bukan menyalahkan.
Eliminir pemikiran dan perilaku negatif. Upayakan jangan ada yang hatinya terluka karena ucapan.
Bersama-sama meyakini selama ini punya tuhan.
Semua rezeki dari tuhan. Untuk mendapatkannya perlu perjuangan maksimal.
Dilandasi dengan niat yang tulus, hati yang bersih, komunikasi yang baik, dan pikiran yang positif.
Lakukanlah secara konsisten. Maksimal melaksanakannya dengan landasan keyakinan yang kuat.
Terus bergerak untuk mencari rezeki yang halal.
Hilangkan keputusasaan. Ganti dengan keyakinan dan sikap yang selalu optimis.
Cerita ke Orang yang Tepat
Kondisi yang terjadi dan sedang dialami, ceritakan kepada orang yang tepat. Jangan asal menyampaikan kepada setiap orang.
Jika tidak hati-hati mengutarakannya bisa menambah masalah baru.
Yakini bahwa yang diajak berkomunikasi adalah orang yang pas.
Kepadanya ceritakan kondisi yang dialami. Minta bantuan dan solusinya.
Sebelum menceritakannya, harus siap mental menghadapi kondisi terburuk yaitu respon dari orang lain tidak sesuai harapan.
Sikap itu penting sekali agar tidak menimbulkan kekecewaan dalam diri.
Mengelola hati dan pikiran itu sangat penting. Ini sebagai langkah antisipasi.
Supaya kondisi diri tidak semakin terpuruk.
Semua upaya itu agar diiringi dengan doa yang khusyuk.
Memohon kepada tuhan supaya segera mendapatkan solusi terbaik terhadap seluruh masalah.
Bagi Sang Pencipta, membantu umat yang dikehendaki-Nya sangat mudah.
Hitungan detik. Bisa berubah drastis.
Berdoa dan usaha maksimal secara paralel. Konsisten melakukannya.
Setelah itu pasrahkan hasilnya. Yakin tuhan akan memberikan yang terbaik.
Saat berhasil, perbanyaklah bersyukur.
Makin mendekatkan diri kepadaNYA. Melaksanakan semua perintah-Nya dengan tekun, serius, dan sungguh-sungguh.
Ingat dan yakinilah bahwa semua yang terjadi atas diri manusia sepenuhnya karena tuhan.
Agar hidupnya sejahtera lahir dan batin, teruslah berdoa dan berjuang dengan mendekatkan diri kepada-Nya.
Semoga kondisinya segera membaik sehingga jumlah mereka yang hidupnya susah berkurang drastis. Aamiin ya robbal aalamiin…
Dr Aqua Dwipayana
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional
