Saya sangat setuju dengan pernyataan Pak Aqua Dwipayana bahwa niat baik harus segera dilaksanakan. Penundaan sepersekian detik saja sudah bisa mengubah keputusan kita untuk beramal baik.
Sepersekian detik itulah terjadi pertarungan yang hebat antara hati (qalb), pikiran, dan nafsu.
Keputusan dari niat menjadi amalan yang mana memang tergantung kepada siapa di antara tiga unsur itu yang menang.
Kalau hati yang menang setelah pertempuran sepersekian detik, maka niat baik akan segera menjadi amalan baik.
Karena sesungguhnya pada saat ada lintasan niat baik di hati, pada saat itu juga pikiran mulai menimbang-nimbang hal lain. Jika nafsu ikut bermain maka bisa saja niat baik tak akan pernah terlaksana.
Contoh yang paling gampang adalah saat kita sedang berhenti di lampu merah. Ketika ada seorang bapak menghampiri mobil kita dan meminta-minta, lintasan hati akan berkata, “kasih bapak itu uang”.
Tapi belum sempat tangan mengambil uang, pikiran menimpali, “Ah, bapak itu kan masih muda, ngapain minta-minta, gak mau cari kerja, malas dia”.
Nafsu pun nimbrung, “sudahlah, gak usah dikasih”.
Kalau hati yang menang, kita tetap akan memberi uang bapak tadi, apa pun alasan yang muncul di pikiran kita. Dalam hal ini nafsu terkalahkan.
Tapi jika nafsu yang menang mempengaruhi kita, batallah kita berbuat amal baik.
Sepersekian detik itu sangat berpengaruh, buat kita, buat bapak tadi, dan tentu saja buat amal baik kita.
Heryanto Bagas Pratomo
Pemimpin Redaksi smol.id
