JAKARTA – Karate Tim Indonesia optimistis menatap ajang Asian Games 2022 Hangzhou usai meraih modal positif di SEA Games 2023 Kamboja.
Karate berhasil membawa pulang dua medali emas, empat perak, dan tujuh perunggu.
Hal itu disampaikan dua karateka putra, yaitu, Ahmad Zigi Zaresta Yuda (kata male individual) dan Sandi Firmansyah (men’s kumite individual-84kg).
“Saya bersyukur sekali konsistensi latihan setiap hari agar saya bisa lebih baik setiap waktunya. Saya berharap untuk menyumbang emas di ajang berikutnya,” kata Zigi seraya tersenyum.
Hal senada juga diungkap Sandi. Ia mengaku belum puas dengan pencapaianya saat ini.
“Nanti di Asian Games semoga bisa memberikan yang terbaik,” harap Sandi dengan nada yakin.
Raihan medali perak didapat Cok Istri Agung (women’s komite individual-55 kg), Ari Saputra (men’s kumite individual-60kg), dan kata team male, kata team female.
Sementara medali perunggu Tebing Hutapea (men’s kumite individual -67 kg), Dessyinta Rakawuni Banurea (women individual kumite 68 kg), Ceyco Georgia (women individual kumite 68 kg).
Selanjutnya, Ignatius Joshua Kandau (men’s kumite individual -75 kg), kata individual female (Krisda Putri Aprilia).
Mereka tiba di Tanah Air dan langsung disambut perwakilan Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), perwakilan PB FORKI, KONI dan Kementerian Pemuda Olah Raga.
Wakil Sekretaris Jenderal II NOC Indonesia Wijaya Noeradi memuji perjuangan karate di Kamboja.
“Bagaimana tiap malam pengurus karate berkumpul. Mereka setiap hari mengatur strategi dan meraih hasil baik. Tentu ini harus diapresiasi dan disyukuri,” jelas Wijaya seraya meminta para atlet untuk tak lelah dan berjuang berlatih.
Sementara Sekretaris Jenderal PP FORKI Raja Sapta Ervian bersyukur atas prestasi yang diraih atlet karate.
“Kita syukuri hasil yang kita peroleh. Karena apapun hasilnya itu yang terbaik kalian berikan di SEA Games,” katanya.
“Saya yakin kalian sudah maksimal. Ini yang terbaik yang sudah kalian berikan untuk bangsa dan negara,” lanjutnya.
Tim Indonesia untuk SEA Games Vietnam yang dipimpin Chef de Mission (CdM) Lexyndo Hakim berpartisipasi di 32 cabor. Mereka sudah mulai pulang ke Tanah Air sejak 8 Mei.
Tim Indonesia mendapat dukungan dari official patners, Li-Ning, MyTours, NusaPay, Gudangkripto, Pocari Sweat, Essenza, Bagasi, Berdikari Logistik Suplai.
