MUARA ENIM – Ikan putak merupakan salah satu jenis ikan perairan tawar endogeneous Sumatera Selatan (Sumsel).
Ikan dengan nama latin notopterus notopterus berkerabat dekat dengan ikan belida.
Ikan putak merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang bernilai ekonomi.
Ikan ini memiliki rasa daging yang enak sehingga ikan ini banyak diminati masyarakat.
Selain dijadikan lauk-pauk, ikan ini juga dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan makanan khas Sumsel yakni pempek, tekwan, celimpungan dan makanan berbahan dasar ikan lainnya.
Produksi ikan putak masih mengandalkan hasil penangkapan dari alam, sedangkan pembudidayaan ikan putak belum ada.
Populasi ikan putak di alam semakin menurun, sama halnya dengan ikan belida.
Penurunan populasi ikan belida dan putak di alam disebabkan terjadi over eksploitasi dan kerusakan habitat.
Untuk mencegah kepunahan ikan putak, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan menetapkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 Tahun 2021 tentang ikan yang dilindungi, salah satunya adalah ikan putak (Notopterus notopterus).
Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan pentingnya menjaga kelestarian sumberdaya ikan khususnya ikan asli Sumsel.
Tim pengabdian dari Program Studi Budidaya Perairan Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya.
Personil tim terdiri Dr. Muslim S.Pi, M.Si, Mochamad Syaifudin, S.Pi, M.Si, Ph.D, Dr. Ferdinand Hukuma Taqwa,S.Pi, M.Si, dan Dr. Selly Oktarina, S.P, M.Si.
Pelaksanaan kegiatan dimulai dari Juli-Oktober 2024 berlokasi di Desa Putak, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumsel.
Pemilihan lokasi berdasarkan survey awal bahwa nama Desa Putak diambil dari nama ikan putak yang banyak ditemukan di Sungai Belido dan Sungai Putak yang terdapat di desa tersebut.
Berdasarkan informasi para sesepuh warga bahwa zaman dahulu di desa mereka banyak ikan belida dan putak sehingga sungai di wilayah tersebut dinamakan Sungai Belido (Belida).
Kegiatan demplot domestikasi ikan putak, menggunakan karamba jaring apung (KJA), bak plastik, dan juga kolam terpal.
KJA dipasang di embung Desa Putak, sedangkan bak plastik dan kolam terpal dipasang di rumah warga.
Kegiatan domestikasi ikan putak di Desa Putak ini melibatkan beberapa mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan Universitas Sriwijaya angkatan 2021 yakni Alharis Ramadhan, Muhammad Wandri Ash Shiddiqi, Kevin Vireland Situmorang, Kevin Rifaldo Tambunan, Anisah Bahiyyah Jannah, Rita Pustika, Ketrin Angesti Dwi Puri, dan Viola.
Mahasiswa tersebut melaksanakan tugas akhir berupa Praktek Kerja Lapang (PKL).
Pelaksanaan kegiatan sudah dimulai sejak Juli 2024, para mahasiswa yang melaksanakan PKL sudah selesai.
Pada hari Rabu tanggal 9 Oktober 2024 bertempat di Kantor Kepala Desa Putak dilakukan desiminasi hasil praktek mahasiswa.
Acara desiminasi dihadiri Kepala Desa Putak Marlin Kusmiran, S.Pd, perangkat desa yang terdiri dari para kadus dan kaur, pengurus PKK, kelompok PPG (perempuan peduli gambut), dan kelompok nelayan.
