JAKARTA – Berbeda dengan pemerintahan Presiden Jokowi selama 10 tahun yang minim kader Muhammadiyah, pada era pemerintahan Presiden Prabowo.
Banyak kader dan tokoh Muhammadiyah memegang jabatan jabatan strategis di kabinet maupun kementerian.
“Saat ini banyak kader dan tokoh Muhammadiyah yang menjabat di pemerintahan Presiden Prabowo,” tegas tokoh muda Muhammadiyah Dr Fahmi Salim MA, disela sela “Upgrading Mubaligh Muhammadiyah di Gedung PWM DKI Jakarta, Kramat Raya 49, Jakarta Pusat, Minggu (21/9/25).
Menurut Fahmi Salim, di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Indonesia yang letaknya sangat strategis diantara dua Benua dan dua Samudera itu akan dijadikan sebagai kekuatan global di dunia.
“Di bawah Presiden Prabowo, Indonesia akan menjadi kekuatan global di dunia,” tegas alumni Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir tersebut.
Dikatakannya, kalau nanti ibu kota negara pindah ke IKN di Kalimantan, maka Jakarta menjadi ibu kota ekonomi dan IKN ibu kota politik. Nantinya Jakarta menjadi pusat ekonomi nasional.
Menyinggung mengenai bangkitnya kembali gerakan komunisme di Indonesia, Fahmi Salim yakin hal itu sedang terjadi dan harus menjadi perhatian umat Islam yang dikenal sebagai musuh bebuyutan gerakan komunisme di Indonesia yang diwakili PKI.
“Semua ideologi ada di Jakarta termasuk komunisme. Sekarang buku buku karangan tokoh kiri Tan Malaka seperti Madilog, menjadi bacaan anak anak muda,” ungkap Fahmi.
Sementara itu dalam acara upgrading yang dihadiri 100 mubaligh Muhammadiyah se DKI Jakarta, turut hadir Ketua Majelis Tabligh PWM ustadz Drs Ahmad Minda, Ketua Majelis Tabligh PDM Jakarta Barat ustadz Mahfudz SAg serta Sekretaris DKM Masjid Raya Muhammadiyah Uswatun Hasanah stadz Drs Ahmad Syauqi MA.
Redaktur: Abdul Halim
