CHONBURI – Hari pertama pertandingan cabang gulat SEA Games 2025 Thailand menuai hasil manis. Gulat berhasil menyumbangkan satu medali emas dan tiga medali perak.
Medali emas sukses ditorehkan Muhammad Aliansyah yang berhasil menumbangkan pegulat asal Vietnam, Bui Hun Manh dengan skor 4-3 di kelas grego roman putra 67 kg yang digelar di Pacific Hall, Sriracha, Chonburi, Thailand, kemarin.
Kemenangan Aliansyah sangat dramatis, setelah sebelumnya tertinggal dengan skor 0-2.
Alhasil, di tiga menit terakhir mampu membalikan keadaan dan berakhir dengan kemenangan.
Bagi Aliansyah ini adalah emas ketigakalinya setelah meraih emas SEA Games 2011 Jakarta dan SEA Games 2023 Kamboja.
“Alhamdulillah ini adalah emas ketiga saya di SEA Games. Ini adalah pencapaian luar biasa dan saya bersyukur bisa membawa nama Indonesia,” kata Aliansyah seusai pengalungan medali.
Aliansyah mengaku akan memutuskan pensiun setelah berkarier selama 29 tahun menjadi pegulat.
Meski pensiun, dia akan tetap berkarier di gulat yang membesarkan namanya.
“Saya sudah 29 tahun di gulat, kini waktunya regenerasi. Banyak pegulat-pegulat muda yang punya potensi dan saya siap menjadi pelatih khususnya grego roman. Karena pelatih grego roman jarang,” ungkapnya.
Sementara itu, tiga medali perak berhasil disumbangkan Andika Sulaeman yang harus mengakui kegigihan pegulat asal Vietnam, Nguyen Congmanh di kelas grego roman putra 77 kg.
Atas hasil tersebut, Andika gagal mempertahankan gelar setelah meraih medali emas di SEA Games 2023 Kamboja.
Perak kedua, ditorehkan Anshar Ramadhan yang kalah dari pegulat asal Vietnam, Nguyen Minh Heiu di kelas grego roman putra 97 kg.
Bagi Ashar Ramadhan, medali perak ini sebagai penebus kegagalan di SEA Games 2023 Kamboja.
Sedangkan, perak ketiga disumbangkan Lulut Gilang Saputra yang berhasil menempati posisi kedua dengan sistem pertandingan round robin atau bergiliran. Gilang kalah poin dari pegulat Vietnam, Dinh Hieu Nghiem.
Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia ((PP PGSI), Trimedya Panjaitan mengapresiasi atas pencapaian para atlet di hari pertama cabor gulat.
Menurutnya, para atlet sudah berjuang dan bekerja keras untuk mengharumkan Indonesia dipentas internasional.
“Saya mengapresiasi atas pencapaian ini. Satu emas dan tiga perak adalah tidak mudah,” katanya.
Dengan torehan satu emas dan tiga perak dari cabang gulat, sampai pukul 19.30 WIB, Indonesia kokoh di posisi kedua klasemen sementara dengan mengoleksi 72 emas, 84 perak dan 90 perunggu.
Sementara tuan rumah Thailand masih kokoh di puncak klasemen dengan 164 emas.
Selanjutnya, dihari kedua yang digelar hari ini, Kamis (18/12/25), akan mempertandingkan kelas bebas putri.
Di laga tersebut, Indonesia akan menurunkan empat wakil yaitu Sarah Novita (50 kg), Ayuningtias (53 kg), Muthoharoh (57 kg) dan Karisma Tantri (62 kg).
Penulis: DHN
