LABUAN BAJO – Deburan ombak dan hembusan angin dingin dari laut, Hotel Meruorah Komodo Labuan Bajo sukses menggelar malam pergantian tahun baru dengan konsep berbeda dan menyentuh hati.
Perayaan penutupan lembaran akhir tahun 2025 diredam demi sebuah rasa yang bernama solidaritas dan empati mendalam bagi korban bencana alam yang melanda wilayah Indonesia, khususnya di Aceh dan berbagai daerah di Sumatra.
General Manager Meruorah Komodo Labuan Bajo, Rudy Rudolf Butar Butar mengungkapkan, malam tahun baru kami rayakan dengan ketiadaan atraksi kembang api.
Manajemen mengambil inisiatif kontemplatif dalam perayaan tahun ini, diawali doa dari pemuka agama dan mengajak tamu melakukan keheningan yang khidmat.
“Selanjutnya, menyalakan cahaya di hati lewat doa untuk tetap terhubung dengan saudara-saudara kita di Sumatra yang sedang berduka. Ini adalah bentuk solidaritas kecil dari Labuan Bajo untuk Indonesia,” papar Rudy.
Kehangatan acara malam dilanjutkan dengan iringan acoustic band yang membawakan lagu-lagu bernuansa akrab.
Melalui perayaan yang sarat makna ini, Meruorah Labuan Bajo berharap tahun 2026 membawa kebangkitan, kedamaian, dan kekuatan bagi seluruh masyarakat di tanah air, khususnya pemulihan bagi mereka yang sedang tertimpa musibah dan bencana.
