BERITAIND.COM, DEPOK – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus mendorong penguatan pendidikan inklusif melalui penerapan teknologi sederhana dan adaptif bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) di SLB Budi Lestari, Kecamatan Tapos, Kota Depok, UNJ menghadirkan berbagai inovasi media pembelajaran berbasis sensor dan mikrokontroler untuk mendukung stimulasi sensorik, meningkatkan partisipasi, serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif bagi siswa ABK.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (1/11/26), dipimpin Dr. Widyaningrum Indrasari selaku ketua pelaksana, dengan melibatkan tim dosen dan tujuh mahasiswa dari Program Studi Fisika dan Program Studi Teknologi Rekayasa Otomasi UNJ.
Tim dosen yang terlibat terdiri atas Dr. Widyaningrum Indrasari, Dewi Fransiska Simanjuntak, S.Psi., M.Si., Wulandari Fitriani, M.Pd., dan Ir. Heri Firmansyah, M.T.
Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi multidisiplin yang mengintegrasikan aspek pendidikan, psikologi, dan teknologi dalam mendukung layanan pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus.
Pengembangan media pembelajaran adaptif ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemerataan akses pendidikan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan belajar anak berkebutuhan khusus.
Berdasarkan data Kemendikdasmen, pada tahun ajaran 2024/2025 terdapat 2.366 Sekolah Luar Biasa (SLB) di Indonesia.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.716 sekolah atau sekitar 72,5 persen berstatus swasta, sedangkan 650 sekolah lainnya berstatus negeri.
Kondisi ini menunjukkan pentingnya dukungan berbagai pihak dalam memperkuat layanan pendidikan khusus, termasuk melalui penyediaan fasilitas dan media pembelajaran yang inovatif, terjangkau, dan mudah digunakan.
Salah satu sekolah yang membutuhkan dukungan tersebut adalah SLB Budi Lestari di Kecamatan Tapos, Kota Depok.
Sekolah ini melayani siswa ABK dari berbagai latar belakang sosial ekonomi, termasuk keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Keterbatasan jumlah tenaga pendidik dan fasilitas pembelajaran menjadi tantangan dalam menyediakan kegiatan belajar yang interaktif serta mendukung kebutuhan stimulasi sensorik siswa.
Dalam implementasinya, tim UNJ memperkenalkan lima inovasi media pembelajaran yang dikembangkan bersama mahasiswa, yaitu SALA Voice, SENARA (Sistem Edukasi Pengenalan Warna dan Suara), PID Daur Hidup, PID Sumber Energi, dan Puzzle Sains.
Kelima media tersebut digunakan dalam kegiatan praktik belajar sambil bermain yang melibatkan siswa secara langsung.
SALA Voice merupakan media panduan salat berbasis tombol yang dilengkapi dengan keluaran suara untuk membantu siswa mengenali dan mempelajari bacaan salat.
SENARA dikembangkan sebagai media edukasi interaktif untuk mengenalkan warna dan suara melalui respons sensor terhadap aktivitas pengguna.
Media ini diharapkan dapat membantu siswa mengenali rangsangan visual dan audio sekaligus memberikan pengalaman belajar multisensori.
Sementara itu, PID Daur Hidup dan PID Sumber Energi merupakan media pembelajaran untuk memperkenalkan konsep-konsep sains melalui penyajian informasi secara interaktif.
PID Daur Hidup membantu siswa mengenali tahapan dalam siklus kehidupan, sedangkan PID Sumber Energi memperkenalkan berbagai sumber energi melalui aktivitas pembelajaran yang lebih menarik.
Adapun Puzzle Sains dirancang untuk melatih kemampuan mengenali, mencocokkan, dan memahami konsep melalui aktivitas menyusun gambar.
Pengembangan perangkat berbasis sensor dan mikrokontroler tersebut melibatkan pendampingan teknis dari Ir. Heri Firmansyah, M.T.
Ia membimbing mahasiswa dalam merancang, merakit, dan mengembangkan perangkat elektronik sehingga dapat berfungsi sebagai media pembelajaran interaktif.
Pendampingan ini sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan kompetensi teknologi rekayasa otomasi dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Penggunaan media tersebut dirancang agar siswa dapat belajar melalui pengalaman langsung dengan melibatkan berbagai indra.
Pendekatan belajar sambil bermain diharapkan dapat mendukung stimulasi sensorik, meningkatkan konsentrasi, melatih koordinasi, serta mendorong partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran.
Selain menghadirkan inovasi teknologi untuk siswa, kegiatan ini juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kapasitas guru sebagai pendamping utama dalam proses pembelajaran anak berkebutuhan khusus.
Tim UNJ menyelenggarakan dua kegiatan pelatihan bagi guru SLB Budi Lestari.
Pelatihan pertama mengangkat tema “Menemukan Makna, Menumbuhkan Semangat: Meaningful Work sebagai Sumber Work Engagement Guru ABK”, yang disampaikan oleh Dewi Fransiska Simanjuntak, S.Psi., M.Si., anggota tim PPM dari Fakultas Psikologi UNJ.
Pelatihan ini membahas pentingnya pemaknaan pekerjaan dalam membangun keterlibatan, motivasi, dan semangat guru dalam mendampingi serta memberikan layanan pendidikan kepada anak berkebutuhan khusus.
Peran guru tidak hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai pendamping yang membantu siswa mengembangkan potensi dan kemandiriannya.
Pelatihan kedua mengangkat tema “Dari Kartu Cerita ke Media Digital Interaktif: Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Menciptakan Pembelajaran yang Menarik dan Interaktif”, yang disampaikan oleh Wulandari Fitriani, M.Pd., anggota tim PPM dari Program Studi Pendidikan Fisika UNJ.
Pelatihan ini memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pengembangan media pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik belajar anak berkebutuhan khusus.
Melalui pelatihan ini, guru didorong untuk mengembangkan kreativitas dalam mentransformasikan media pembelajaran konvensional, seperti kartu cerita, menjadi media digital interaktif yang dapat meningkatkan keterlibatan dan partisipasi siswa dalam pembelajaran.
Ketua Pelaksana PPM, Dr. Widyaningrum Indrasari, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya menghadirkan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dimanfaatkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan khusus.
“Kami ingin menghadirkan teknologi yang tidak hanya menjadi produk inovasi, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran anak berkebutuhan khusus. Teknologi sederhana berbasis sensor dan mikrokontroler dapat dikembangkan menjadi media yang interaktif, terjangkau, dan disesuaikan dengan karakteristik belajar siswa. Melalui kegiatan ini, kami juga ingin memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi yang mereka pelajari di perguruan tinggi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkap Widyaningrum.
Lebih lanjut, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada penyediaan perangkat pembelajaran, tetapi juga pada penguatan kapasitas guru dan keterlibatan mahasiswa dalam menghasilkan solusi inovatif.
Sinergi antara dosen, mahasiswa, dan pihak sekolah diharapkan dapat mendorong pemanfaatan teknologi pembelajaran secara berkelanjutan.
Program pengabdian kepada masyarakat ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan akses terhadap pendidikan yang inklusif, adil, dan berkualitas, serta SDG 10 (Reduced Inequalities) melalui upaya mengurangi kesenjangan layanan pendidikan bagi kelompok rentan, termasuk anak berkebutuhan khusus.
Melalui kegiatan ini, UNJ menunjukkan bahwa teknologi tidak selalu harus kompleks dan mahal untuk memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.
Dengan memanfaatkan sensor, mikrokontroler, teknologi digital, dan kreativitas mahasiswa, teknologi sederhana dapat dikembangkan menjadi media pembelajaran interaktif yang memiliki nilai guna bagi sekolah luar biasa.
Lebih dari sekadar menghadirkan perangkat teknologi, kegiatan ini menjadi wujud kontribusi UNJ dalam membangun pendidikan yang lebih inklusif melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, guru, dan masyarakat.
Ke depan, pengembangan media pembelajaran adaptif diharapkan dapat terus dilakukan agar semakin banyak anak berkebutuhan khusus memperoleh kesempatan belajar yang sesuai dengan potensi dan karakteristiknya.
