Dalam KBBI profesional artinya berkaitan dengan profesi, memiliki kepandaian khusus dalam melakukan suatu pekerjaan.
Ambil contoh seorang guru dengan alat profesionalnya dalam mengajar. Laptop keluaran terbaru, infocus, dan buku- buku pelajaran terbaik. Hari itu saatnya mengajar Matematika. Guru sibuk dengan alat alat profesionalnya, lupa bagaimana mengatur irama dalam kelas, berinteraksi dengan ramah, cenderung kasar dalam mengajar. Apakah guru tadi sudah profesional?
Profesional berkenaan dengan sikap, apa yang kita bawa dalam perilaku sebagai penyandang sebuah profesi. Ada 4 hal penting yang harus dikuasai dalam pengembangan diri menjadi profesional:
Sikap, Akhlak, Perilaku
Menjaga brand profesi dengan bersikap yang baik adalah point yang paling penting. Seorang artis akan memperlakukan fansnya dengan baik, karena paham benar arti fans bagi karier mereka. Seorang chef akan menyajikan makanan terbaik untuk tamu direstorannya agar mereka kembali lagi dan lagi.
Seorang guru akan memperlakukan murid dengan sepenuh hatinya karena sadar akan pentingnya hal tersebut. Semua itu bisa dilakukan karena adanya sikap yang baik. Jujur, disiplin, bertanggung jawab dan proaktif adalah beberapa dari sikap yang harus dimiliki seorang profesional.
Penampilan
Tahukah kamu bahwa mata merekam apa yang terpikir didalam otak kita. Berpenampilan fisik yang baik bukan melulu harus seksi, cantik atau tampan. Menjaga kebersihan penampilan badan dan pakaian yang dikenakan itu harus. Tidak bau badan dan bau mulut.
Bayangkan jika seorang arsitek pada awal bertemu dengan kliennya sehabis merokok, aroma tidak enak tercium saat si arsitek mengajukan proposalnya, bisa saja si klien mundur, dan mengalihkan kontrak pada arsitek yang lain. Kamu tentunya tidak ingin kan kejadian seperti diatas menimpa kamu.
Keterampilan Kerja atau Skill
Menjaga profesionalisme dalam pekerjaan memerlukan keterampilan yang baik. Keterampilan yang sebaiknya dimiliki ada 2 macam yaitu: Pertama keterampilan kasar. Keterampilan ini merupakan keterampilan fisik, misalnya bagaimana tehnik seorang nelayan dalam mengangkat hasil ikan yang didapatnya ke dalam perahu, atau seorang desainer menggambar pola dan mengguntingnya.
Keterampilan yang kedua adalah keterampilan halus, keterampilan ini memegang peranan pada pemilihan kata yang diucap, penyampaian kalimat, memilih apa yang disampaikan pada waktu yang tepat, mampu mengantisipasi lawan bicara, dan lain-lain. Keterampilan halus ini jika dibarengi dengan keterampilan kasar yang baik, akan sangat berpengaruh pada profesionalisme seseorang. Kesan yang didapat orang lain pasti luar biasa.
Alat Penunjang
Perangkat pekerjaan ketika melakukan pekerjaan dengan profesional. Kita membutuhkan alat penunjang pekerjaan yang baik. Seorang petani butuh cangkul yang kuat dan tajam, seorang penjahit butuh mesin jahit yang prima, seorang penyanyi butuh mikrophone yang menghasilkan suara jernih. Sebagaimana sebuah alat penunjang, jika dibarengi dengan skill atau keterampilan yang mumpuni maka hasil profesional akan didapat dengan maksimal.
Jadi, profesionalisme tidak hanya memiliki alat profesional dalam suatu pekerjaan, lantas bergelar profesional. Profesionalisme adalah jalan panjang penuh pembelajaran dan implementasi sikap-sikap yang baik. Menjadi profesional dibidang pekerjaan yang kita pilih adalah usaha berpeluh tanpa lelah dan keluh.
Flamingga

