Home Berita 2030 Indonesia Bebas Stunting, 2 Lembaga Nirlaba Gandeng BKKBN Untuk Edukasi Masyarakat

2030 Indonesia Bebas Stunting, 2 Lembaga Nirlaba Gandeng BKKBN Untuk Edukasi Masyarakat

by Slyika

Sampai saat ini stunting menjadi salah satu permasalahan gizi terbesar pada bayi Indonesia. Sayangnya banyak pihak yang awam bahkan tak peduli mengenai masalah stunting. Padahal anak-anak balita ini merupakan sumber daya manusia yang kelak akan menjadi generasi penerus bangsa.

Menyadari bahwa stunting harus menjadi urgensi nasional, maka dua lembaga nirlaba 1000 Days Fund atau Yayasan Seribu Cinta Bangsa dan Yayasan Kesehatan Perempuan berupaya mencanangkan Gerakan Nasional #IndonesiaBebasStunting2030.

Kolaborasi ini semakin sempurna dengan adanya dukungan dari Badan Kependudukan dan keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang pada tahun 2020 lalu dimandat oleh Presiden Joko Widodo untuk memimpin Program Percepatan Penanganan Stunting.

Dijumpai saat melakukan konferensi pers di Penang Bistro, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan saat ini 29,67% atau 9 juta balita di Indonesia mengalami kasus stunting. Kondisi Pandemi Covid 19 pun diyakini memperburuk angka stunting karena lebih dari 86% Posyandu berkendala menjalankan fungsinya. Untuk itu diperlukan upaya guna menekan angka stunting di Indonesia.

“Penurunan prevalensi stunting merupakan pilar utama pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas di masa depan. Ini perkerjaan besar, kalau hanya diurus oleh pemerintah pusat tidak akan sukses. Misi ini perlu melibatkan pihak-pihak di luar pemerintahan. Oleh karena itu kami membutuhkan mitra,” ujar Kepala BKKBN, Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, SpOG (K).

dr. Hasto Wadoyo

Untuk menangani masalah stunting, maka langkah pertama yang harus dibenahi adalah sumbernya. Program pendampingan stunting harus efektif di tingkat keluarga, khususnya ibu.

“Kesehatan ibu merupakan tonggak utama kesejahteraan anak dan keluarga. Oleh karena itu pengentasan Indonesia dari stunting dapat dilakukan pertama mulai dari intervensi langsung kepada perempuan dengan menyediakan informasi terkait mulai dari merencanakan dan menjalani kehamilan, persalinan hingga melahirkan,” jelas Direktur Eksekutif Yayasan Kesehatan Perempuan, Nanda Dwinta Sari.

Dengan adanya gerakan ini, masyarakat diharapkan akan menjadi semakin teredukasi serta menyadari betapa pentingnya masalahan stunting. Zack Petersen, selaku Lead Strategist 1000 Days Fund memiliki cara tersendiri untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat.

“Masalah stunting paling banyak di desa jadi kita harus rutin melakukan penyuluhan. Biasanya kita melakukan pendekatan dengan para ibu dan remaja putri dengan mendatangi secara langsung dari rumah ke rumah. Percuma saja kalau kita berbicara di forum tapi tidak melakukan aksi terjun langsung ke lapangan,” pungkas Zack Petersen.

Turut hadir sebagai pembicara dua selebriti tanah air, Prilly Latuconsina yang didapuk sebagai Duta Generasi Berencana dan Chacha Frederica selaku Pemerhati kesehatan Ibu dan Anak. (slyika)

You may also like

Leave a Comment