Curhat Suka Duka Menjadi TKI di Arab Saudi, Ini Pesan Gus Muhaimin untuk Alman Mulyana

by Slyika

JAKARTA – Salah satu pegiat media sosial (medsos) atau youtuber ternama di Tanah Air, Alman Mulyana yang dikenal dengan konten kehidupan tenaga kerja Indonesia (TKI) dan kehidupan di Arab Saudi bertemu dengan Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin).

Youtuber yang juga TKI dengan jumlah subscriber mencapai 1,8 juta ini datang ke Gedung Parlemen didampingi sang istri, dan diterima dengan hangat oleh Gus Muhaimin di ruang kerjanya pada Rabu (16/6/2021) lalu.

Alman pun mengunggah video pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu di channel Youtube-nya @almanmulyana.

Baru sekitar 8 jam diunggah, videonya sudah ditonton lebih dari 56 ribu orang dan disukai 12 ribuan kali.

”Kita gaes, kapan lagi ngobrol sama Wakil Ketua DPR RI sambil santuy kayak gini, membahas tentang permasalahan para TKI,” kata Alman mengawali pembicaraan dalam video pertemuannya dengan Gus Muhaimin.

Alman pun mengungkapkan rasa senangnya bisa bertemu dengan Gus Muhaimin. ”Tabarokallah, aduh gaes, masyarakat. Saya ketemu sama Pak Muhaimin yang biasanya saya melihat bapak di layar televisi, sekarang bisa melihat langsung bapak di Gedung DPR,” ungkapnya.

Gus Muhaimin pun menyahut, ”Saya juga senang ketemu Alman Mulyana yang luar biasa banyak yang kenal,” katanya.

Alman kemudian memperkenalkan kembali sosok Gus Muhaimin kepada para subscribers-nya. ”Kalau yang belum hafal sih keterlaluan. Mungkin yang belum hafal Pak Muhaimin itu siapa, dulu waktu zaman Pak SBY (Presiden), beliau ini pernah menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja. Nah makanya sata tertarik datang ke sini,” tuturnya.

Pria asal Jawa Barat ini kemudian menceritakan bahwa saat ini para TKI di Arab Saudi sudah banyak mengalami kemajuan. Bahkan, tidak sedikit yang kini juga menjadi youtuber seperti dirinya.

Sebelum kini subscribe-nya mencapai lebih dari 1,8 juta, Alman Mulyana mulai aktif menjadi youtuber sejak akhir 2017. Mulanya, dia banyak mengupas suka duka kehidupan TKI di Arab Saudi.

”Menariknya, saking banyaknya para calon TKW, mereka yang men-DM (mengirim pesan) ke saya itu ribuan orang. Mereka bilang, ‘Bang, kerja di Arab itu enak kayaknya, bisa ke Madinah, ke Makkah,” katanya menirukan pesan yang disampaikan para subscriber-nya.

Selain mengunggah video-video seputar suka duka TKI, Alman juga banyak mengupas kehidupan dan budaya orang-orang di Arab.

Kepada Gus Muhaimin, Alman Mulyana juga menceritakan awal mula dirinya menjadi TKI di Arab Saudi.

”Pertama kalinya bekerja sebagai TKI, perjalanan saya itu luar biasa. Tahun 2004 akhir ketika Pak SBY terpilih sebagai presiden, itu pas tsunami (di Aceh), disambut orang sana, penasaran karena dahsyatnya tsunami. Saya pas bencana alam itu esok lagi sampai disana,” katanya.

Dia mengaku sama sekali tidak kebayang akan menjadi youtuber sukses seperti sekarang. ”Boro-boro mikirkan YouTube, mikirkan tentang keluarga saja sudah jenuh, campur aduk karena kita hidup jauh. Ketika membicarakan saya jadi TKI di sana, saya itu pingin nangis, banyak dukanya karena untuk mendapatkan Rp10 juta saja kerja di Arab Saudi itu berat,” ungkapnya.

Namun, salah satu keuntungan bekerja di Arab Saudi adalah bisa beribadah ke Masjidil Haram, malaksanakan ibadah umrah dan haji.

”Dan itupun harus teman-teman ketahui tidak semua orang Arab mengizinkan pekerjanya umrah tiap minggu. Haji juga belum tentu. Tidak semudah yang kita bayangkan,” tuturnya.

Beberapa menit ngobrol dengan Gus Muhaimin, Alman mengaku Gus Muhaimin orang yang enak untuk diajak ngobrol.

”Sambal santai, ternyata Pak Muhaimin ini orangnya mantab. Nah jadi saya sekalian mau nanya-nanya nih, sebagai orang yang duduk sebagai Wakil Ketua DPR RI, saya mau nanya tentang hobi di balik perkajaan bapak,” tanya Alman.

Gus Muhaimin pun mengaku dulu ketika masih muda, dia memiliki banyak hobi. Salah satunya hobi naik motor, khususnya Vespa.

Dan kini ketika musim pandemi, Gus Muhaimin mengaku lebih hobi bersepeda. Gus Muhaimin pun mengatakan bahwa membahas persoalan TKI tidak akan pernah ada habisnya.

”Karena hal itu semacam denyut kehidupan, yang disini butuh pekerjaan, disana menyediakan penghasilan yang lumayan tapi pasti banyak tantangan yang tidak mudah,” sahut Gus Muhaimin.

Mantan Menteri Tenaga Kerja di periode kedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini kemudian menceritakan soal TKI yang dulunya secara natural keberangkatannya seperti pasar, yakni ada permintaan ada penawaran.

”Jumlahnya menjadi semakin besar, tidak ada yang diatur, semua bebas,” kata cucu salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri ini. (abd)

0 comment
3

Related Post

Leave a Comment