Home Opini Pandemi Covid Menghimpit, Duka Mendalam bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Pandemi Covid Menghimpit, Duka Mendalam bagi Keluarga yang Ditinggalkan

by Slyika

Hampir sebulan ini beredar kabar duka dimana-mana, terutama di sosial media. Kabar duka datang silih berganti dari keluarga, sahabat, kerabat dan handai taulan.

Memasuki masa pandemi Covid-19 yang sudah lebih kurang 17 bulan ini belum ada tanda-tanda perbaikan menuju ke arah yang lebih baik.

Angka kematian dan jumlah pasien terpapar cenderung meningkat dan sulit terkendali. Kalau diawal awal Covid-19 yang terdengar kabar kawan dan saudara jauh kita yang terpapar, kini kabar duka itu sudah dalam lingkaran dekat kita, bahkan keluarga.

Seperti yang saya alami, seminggu pertama di bulan Juni 2021 rekan kantor semasa di Kebon Sirih Jakarta, sang komentator tinju Bung Ridwan berpulang. Minggu selanjutnya, menyusul senior yang juga di kantor Kebun Sirih, Mas Whisnu Handoko meninggal.

Minggu ketinganya, kakak ipar saya Fandizal , sang dosen juga meninggal setelah seminggu berjuang melawan Covid-19 di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta.

Dan kemarin, sahabat saya semasa di kantor Kebon Sirih, Adam Prawira juga dipanggil Sang Khalik karena Covid-19.

Saya pun ingin berbagi pengalaman kepada kawan-kawan saat ikut pemakaman kakak ipar saya yang dimakamkan di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara.

Begitu sibuknya petugas pemakaman menyiapkan lubang pemakaman hingga menggunakan mesin beko karena sangking banyaknya yang harus dikebumikan setiap hari.

Konon kabarnya, setiap hari TPU Rorotan mengubur jenazah menembus angka seratus lebih. Ambulans hilir mudik bergantian untuk mengantarkan jenazah.

Belum selesai petugas menutup liang kubur jenazah, datang lagi jenazah selanjutnya dan begitu terus menerus setiap detik, menit, jam dan hari.

Ambulans pun sampai-sampai ada yang membawa tiga peti jenazah dalam satu mobil untuk menghemat waktu agar jenazah segera dikubur. Hingga akhirnya, TPU Rorotan pun penuh dalam hitungan hari.

Ya Alloh, semoga wabah yang melanda bumi ini segera berakhir dan penghuninya dapat kembali bersama-sama beraktifitas seperti dulu lagi.

Agar jalinan silaturrohim tatap muka, salaman, dan peluk persahabatan yang biasa kami lakukan seperti sebelum Covid-19 melanda terulang lagi.

Sedangkan bagi keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan dan keihklasan serta para syuhada yang meninggal karena Covid-19 diberikan surga-Nya. Aaammiiin…

Boy Iskandar
Founder/CEO beritaind.com

You may also like

Leave a Comment