Home Opini Saling Menghormati dan Bersama Menghadapi Semua Masalah

Saling Menghormati dan Bersama Menghadapi Semua Masalah

by Slyika

Senin pagi, 19 Juli 2021, sekitar pukul 06.02 WIB, setelah olahraga jalan pagi saya membuka WA. Ada empat pesan berita baik perihal Covid-19 yang sedang melanda dunia termasuk Indonesia, sejak satu setengah tahun yang lalu.

Pengirim pesan itu adalah sahabat baik saya, pakar komunikasi dan motivator ulung di Indonesia Dr Aqua Dwipayana.

Kami pernah satu kantor di Semen Cibinong, yang kemudian namanya berubah jadi Holcim Indonesia. Sejak sahamnya dibeli Semen Indonesia diubah jadi Solusi Bangun Indonesia.

Setelah membaca semua WA tersebut, saya menyimpulkan ada tiga pesan sederhana tetapi amat penting untuk dunia ini, khususnya buat bangsa Indonesia:

1. Merendahkan Hati atau Tidak Sombong. Sebagai ciptaan TUHAN ALLAH yang termulia, kita harus sadar-sesadarnya bahwa pergumulan yang kita hadapi silih berganti di dunia ini termasuk Covid-19. Semua itu merupakan ujian dari TUHAN YME yang harus kita lalui bersama dengan bersatu padu.

Hal lain yang tidak boleh dikesampingkan adalah kita harus menyadari penuh bahwa semua manusia diciptakanNYA sama adanya. Sekira 270 juta penduduk Indonesia sejatinya sama di mata TUHAN (setiap orang mendapat dan menerima, nikmat/berkat dariNYA tanpa kecuali) dengan talenta yang berbeda-beda.

Artinya pesan pertama dari ketiga WA itu ialah setiap kita harus saling menghormati (respect each other). Jangan ada yang merasa lebih dari yang lain. Semuanya setara.

Kekuatan dan Kesabaran
Ketika kita sudah saling menghormati satu dengan yang lain berarti masing-masing kita telah berada di posisi merendahkan hati dihadapan TUHAN ALLAH dan terhadap sesama kita juga.

2. Tunduk kepada Pemerintah. Pesan kedua adalah dari seorang saudara kita di Kota Tasikmalaya, Asep Lutfi Suparman yang dipenjara akibat melanggar saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Menurut saya sangat sederhana namun maknanya dalam yang beliau katakan.

Menyarankan supaya kita semua mengikuti aturan pemerintah untuk pencegahan tersebarnya Covid-19 terhadap orang yang belum terpapar (masih sehat). PPKM Darurat tersebut dibuat oleh kita (RI) dan utuk kita (RI). Mari kita berdoa bersama agar TUHAN ALLAH memberi kekuatan dan kesabaran kepada bangsa ini.

3. Tekun dan Bekerja Keras. Pada pesan ketiga ini Nurcholis MA Basyari berkata bahwa dalam menghadapi Covid-19 sekalipun kita terpapar janganlah takut. Berserahlah kepada TUHAN ALLAH.

Teruslah lakukan tugas dan kewajibanmu (pekerjaan apapun itu) serta berserahlah dan berdoalah kepada TUHAN. Maka semuanya akan ditambahkan kepada kita. Tentunya harus tetap dan selalu taat melaksanakan protokol kesehatan.

4. Setelah membaca ketiga pesan di atas kemudian saya menonton dan menyimak Ngopi Bareng Aqua vs Hilmi sebagai pesan keempat. Hati saya langsung berkata luar biasa bangsaku Indonesia.

Terus Silaturahim
Dari empat berita baik yang penuh dengan pesan positif itu, kesimpulannya saya tuangkan hanya dalam satu kalimat pendek Fruitfull  and High Quality Sharing and Dialog for the Nation bagi setiap kita (bangsa ini) termasuk saya.

Senantiasa dituntut secara konsisten untuk melaksanakan Sila Pertama Dasar Negara kita bahwa kita semua adalah umat yang Ber-TUHAN Satu.

Marilah kita berdoa bersama  kepada TUHAN ALLAH Maha Pengasih agar kita diberiNYA Kekuatan, Kuasa, dan Pengertian untuk saling Memberi dan Menghargai, Menghormati satu sama yang lain dan Terus Menjalin hubungan baik (Silaturahim) tanpa terputus terhadap siapapun. Juga tanpa dibatasi penyekat-penyekat atau atribut-atribut apapun yang kita punya.

Ingat, kita semua adalah Satu Bangsa, Satu Bahasa, dan Satu Negara. Mari kita bangun Negara ini dengan penuh hikmat dalam tuntunan TUHAN Yang Maha Kuasa. Amen…

Juga setiap kita adalah ciptaanNYA yang sama-sama diberiNYA dan telah menerima Berkat TUHAN ALLAH sendiri.

PM Banjarnahor

Penulis adalah Total Quality Management & Mining Consultant

You may also like

Leave a Comment