Masih Suka Buang Minyak Jelantah Sembarangan? Berikut Dampak Negatif Bagi Lingkungan

by Slyika

JAKARTA – Makanan yang digoreng tentu memiliki kenikmatan tersendiri bagi penggemarnya dan hampir sebagian masyarakat Indonesia merupakan penikmat gorengan. Namun ternyata jelantah atau minyak bekas menggoreng mempunyai dampak serius. Selain berbahaya bagi kesehatan, minyak jelantah memiliki peran besar dalam pencemaran lingkungan jika dibuang sembarang.

Saat ini masih banyak orang yang belum memiliki kesadaran akan bahaya membuang minyak jelantah sembarangan. Umumnya, minyak jelantah dibuang ke saluran dekat rumah, tempat sampah, atau ke tanah. Padahal minyak yang terserap ke dalam tanah dapat menggumpal dan menutup pori-pori tanah sehingga tekstur tanah akan keras. Ketika musim penghujan datang, tanah tidak bisa menyerap air dengan baik sehingga berpotensi menimbulkan banjir.

Saat ini masih banyak orang yang langsung membuang minyak jelantah ke dalam saluran air tempat cuci piring karena tidak ingin repot dan menganggap hal tersebut praktis. Selain dapat menyumbat saluran air atau dreinase yang berpotensi menjadi tempat tumbuh kembang bakteri, minyak jelantah yang dibuang sembarangan nantinya akan mengalir ke sungai dan berakhir di laut. Hal ini tentu saja menyebabkan pencemaran air. Tumbuhan yang hidup di dalam ekosistem laut bisa terancam punah karena tidak bisa mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk proses fotosintesis akibat terhalang oleh minyak yang mengapung.

Padahal jika dimanfaatkan dan dikelola dengan benar, limbah minyak jelantah memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Misalnya saja sebagai bahan baku sabun, bahan bakar lampu minyak, biodiesel, dan lainnya. Mulai sekarang, stop buang limbah minyak jelantah sembarangan dan kumpulkan ke dalam wadah tertutup. (slyika)
0 comment
2

Related Post

Leave a Comment