Sang Kancil Van Besemah (Sepenggal obituari H. Djazuli Kuris)

by Slyika

 PAGARALAM – Sosok H.Djazuli Kuris memang sudah lama saya kenal, bahkan cukup dekat lantaran kami masih terbilang keluarga dekat. Saya memanggilnya Kak Jaz. Beliau masih keponakan ayah saya, H Marzuki (alm) asal Tanjung Sakti. Semasa hidupnya , Kak Djaz memang dekat dgn ayah saya yang dipanggilnya Mamak Maruki atau Mamak Her.

Ketika Kak Jaz jadi Walikota Pagaralam selama 10 tahun (2003 – 2013) , saya sudah jadi wartawan di Palembang. Sebagai wartawan saya mengikuti dan mengamqti sepak terjang Kak Jaz memimpin Pagaralam dari kejauhan. Ketika Kak Jaz dinas ke Palembang, kami beberapa kali ngobrol di kantor Gubernur Sumsel, tempat saya ngepost kala jadi wartawan waktu itu. Dari setiap obrolan beliau minta bantu agar Kota Pagaralam sering sering diekspose di media, lokal.maupun nasional.

” Ding bantu Kakang ni promosikan dusun kite. Pagaralam ini potensi agribisnise luar biase, anye banyak jeme lum keruan. Ajaki wartawan ngunjungi Pagaralam.mangke pacak promosikah badah kite” pinta Kak Jaz dalam berbagai kesempatan.

Tawaran Kak Jaz saya penuhi. Beberapa kali saya ajak beberapa teman wartawan lokal dan nasional meliput berbagai kegiatan di Kota Pagaralam.
Sekitar tahun 2006, Kak Jaz meminta saya menulis buku tentang kiprahnya membangun Kota Pagaralam. Lalu jadilah buku berjudul H. Djazuli Kuris , Membangun Bersama Rakyat. Isi buku itu lebih banyak mengulas visi misi pembangunan yang dikenal dengan 4 Pilar Pembangunan Kota Pagaralam, yaitu pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan ekonomi kerakyatan.

Selama menulis buku, saya makin sering berinteraksi dengan Kak Jaz. Dari situlah saya lebih mengenal sosok Kak Jaz yang berpikiran maju (visioner) dalam membangun Pagaralam. Hebatnya lagi, selama 10 tahun, beliau mampu menyulap Pagaralam seperti saat ini. Padahal APBD Kota Pagaralam sangatlah minim, apalagi diawal menjadi daerah otonom.

Jurus DJazuli Kuris lari cepat membangun Kota Pagaralam tidak terlepas dari kemampuannya dan jaringan yang dia miliki, terutama di pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Sehingga dana dana pusat dan provinsi mengucur ke Pagaralam. Berkat kemampuannya melobby ini, Jazuli Kuris dijuluki Sang Kancil Van Besemah ( Sang Kancil dari Besemah).

Tanpa mengecilkan arti penerus Djazuli yang menjadi walikota, namun peranan Djazuli dalam.membangun Kota Pagaralam begitu besar. Karya-karyanya begitu tampak dan dapat dinikmati masyarakat sampai saat ini. Kawasan perkantoran Gunung Gare dan Bandara Atung Bungsu adalah sedikit contoh hasil karya almarhum. Namun yang menurut saya paling besar adalah almarhum berhasil.membangun konektivitas berupa jalan yang menghubungkan antar kecamatan dan antar desa di seantero Kota Pagaralam. Meski menggenjot pembangun fisik, namun selama menjadi walikota, Djazuli juga sangat memperhatikan pembangunan keagamaan dan seni budaya, terutama kearifan lokal Suku Besemah.

Selamat jalan Kak Jaz, karya karyamu selalu jadi inspirasi, dikenang masyarakat dan insyaa Allah menjadi amal kebaikan yang menuntunmu ke surga, amin.

H Alfrenzi Panggarbesi

Anggota DPRD Provinsi Sumsel

0 comment
4

Related Post

Leave a Comment